Direktur Polteksi, Dr. Erlina Diamastuti., SE., MSi., Ak.,CA ., CRA.,CSRS, CSRA menegaskan bahwa fasilitas baru ini menjadi simbol komitmen institusi dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Melalui pendekatan kurikulum yang mengintegrasikan bahasa asing, sertifikasi BNSP, hingga program kuliah industri dan teaching factory, Polteksi berupaya menjembatani kesenjangan antara teori di kelas dan praktik nyata di dunia kerja.” ujar Erlina.
Lebih lanjut disampaikan Erlina, Hingga saat ini lulusan Polteksi tercatat terserap sepenuhnya oleh berbagai perusahaan mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti di Jepang dan China.
Tidak hanya berfokus pada penyerapan tenaga kerja, Polteksi juga mendorong mahasiswanya untuk menjadi wirausahawan melalui pembekalan skill khusus.
Erlina menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem penyaringan (filtering) saat semester tiga untuk memetakan minat mahasiswa, apakah akan berkarir di industri, bekerja ke luar negeri, atau merintis usaha sendiri.
Pemerintah Kabupaten Gresik juga menegaskan dukungan yang kuat terhadap pengembangan pendidikan vokasi sebagai langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di tengah ketidakpastian kondisi global.
"Peresmian gedung ini bukan hanya sekadar menambah bangunan fisik, ini adalah simbol komitmen kita bersama dalam membangun dan memperkuat sumber daya manusia sebagai pondasi utama bangsa Indonesia, termasuk Kabupaten Gresik. Di sinilah kita menanam investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah maupun kemajuan bangsa Indonesia." Papar Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.HP.
Senada dengan hal tersebut, turut hadir juga President Director of Sustainable Business Development and Innovation Center Nederland, Jeroen Rietveld van Berkum menjelaskan bahwa Strategi pendidikan yang diusung berfokus pada pendekatan praktis melalui prinsip gotong royong, di mana mahasiswa dibekali dengan pemahaman mendalam tentang crowdfunding, fundraising, dan pemanfaatan teknologi AI.
Dengan melibatkan para CEO sukses sebagai mentor dan memberikan tanggung jawab langsung kepada mahasiswa untuk mengelola departemen seperti design lab, institusi berupaya menanamkan pengalaman nyata yang tidak bisa didapatkan hanya melalui teori, sehingga mahasiswa memiliki ketangguhan emosional dan mental untuk memperjuangkan bisnis mereka sendiri di kancah nasional maupun internasional.
"Strategi kita adalah pendidikan praktis, program pendidikan praktis bagi mahasiswa kami untuk menjadi wirausahawan, karena melakukan adalah mengetahui, melakukan adalah merasakan. Kita ingin melatih dan mengajar mahasiswa kita, tidak hanya diri kita sendiri, tetapi juga mengundang para CEO di seluruh Indonesia untuk memberikan motivasi." Jelas Jeroen.
Komitmen pasti kerja ini juga diperkuat dengan pendampingan intensif selama satu tahun setelah kelulusan, yang memberikan jaminan bagi mahasiswa dalam memasuki dunia profesional.
Baca Juga: Politeknik Semen Indonesia Mantapkan Langkah Menuju Akreditasi Unggul
“Ke depan, Polteksi juga tengah memproses penambahan program studi baru, yakni K3 dan Bisnis Digital, guna menjawab tantangan industri yang semakin berkembang dan berbasis teknologi.” Pungkas Erlina. (nov/han)
Editor : Hany Akasah