RADAR GRESIK - SD Muhammadiyah Manyar (SDMM), Gresik, menggelar peringatan istimewa dalam satu rangkaian acara yang memadukan Hari Guru Nasional, Milad ke-113 Muhammadiyah, dan Hari Pahlawan pada Senin, 24 November.
Puncak acara tersebut adalah pementasan drama kolosal yang mengisahkan perjuangan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
Sebanyak lebih dari 50 siswa dari tim teater dan paduan suara, mulai dari kelas 3 hingga kelas 6, terlibat dalam drama kolosal ini. Menariknya, drama yang menceritakan perjuangan dakwah dan pendidikan KH Ahmad Dahlan ini dibawakan menggunakan Bahasa Jawa.
"Drama kolosal ini merupakan wujud pembelajaran sejarah yang aktif. Selain itu penggunaan Bahasa Jawa juga menjadi penguatan kepada siswa untuk melestarikan bahasa daerah," ujar Kepala SDMM, Athiq Amiliyah, S.Pd.
Menurut Athiq, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai-nilai sejarah dan semangat kepahlawanan kepada 545 siswanya.
Kegiatan spesial ini juga menjadi momentum bagi siswa dan wali murid untuk menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pendidik.
Damas Indah Yuliarsi, Ketua Ikatan Wali Murid (IKWAM) SDMM, mewakili orang tua/wali murid, menyerahkan berbagai bentuk terima kasih kepada ustaz dan ustazah, termasuk buket uang, persembahan lagu, dan surat cinta untuk guru.
"Ini adalah bentuk apresiasi kami. Harapannya, anak-anak lebih menaruh perhatian kepada ustaz-ustazah, dan bagi guru, ini bisa menjadi dorongan untuk lebih semangat dalam mendidik anak-anak di SD Muhammadiyah Manyar," kata Damas.
Selain itu, sekolah juga mengumumkan 10 nama guru yang terpilih sebagai Guru Favorit SDMM tahun ini. Pemilihan ini dilakukan secara daring pada 7 November, di mana setiap siswa berhak memilih lima guru favorit mereka.
Peringatan hari besar yang dikemas dalam satu acara ini menegaskan komitmen SD Muhammadiyah Manyar dalam memadukan edukasi sejarah, penghargaan terhadap pendidik, dan pelestarian budaya lokal. (rir/han)
Editor : Hany Akasah