RADAR GRESIK – Sejak berdiri pada tahun 2022, Politeknik Semen Indonesia (Poltek SI) terus menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan vokasi yang relevan, adaptif, dan unggul dalam menjawab kebutuhan industri.
Salah satu langkah nyata dari komitmen ini adalah target pencapaian Akreditasi Unggul, yang tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga bukti nyata kualitas pendidikan dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
“Target akreditasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab kami terhadap mutu pendidikan dan masa depan lulusan,” ujar Direktur Poltek SI, Dr. Erlina Diamastuti, SE., MSi., Ak., CA., CRA., CSRS., CSRA.
Namun, untuk mencapai akreditasi unggul, Poltek SI menyadari perlunya sinergi kuat antar elemen kampus serta implementasi sistem perkuliahan yang mengedepankan praktek serta konsentrasi lulusan.
Oleh karena itu, Poltek SI menjalin kolaborasi strategis bersama Pusat Bahasa dari Jepang, Mandarin, serta Bahasa Inggris. Selain itu peningkatan soft skill melalui pelatihan serta sertifikasi BNSP P3 sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Transformasi Polteksi: Dari Kampus Biasa Menuju Kampus Berdaya Saing Tingkat Industri Multinasional
Politeknik Semen Indonesia (PoltekSI) tengah menapaki transformasi besar. Lembaga pendidikan vokasi yang semula dikenal sebagai kampus berbasis industri lokal, kini menjelma menjadi institusi yang mempersiapkan lulusan dengan standar daya saing industri multinasional.
Langkah ini menjadi penegas visi PoltekSI untuk tak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan tinggi biasa, tetapi menjadi mitra strategis dunia industri kelas dunia.
“Kami menyadari bahwa tantangan dunia kerja hari ini tidak hanya berskala lokal. Dunia industri telah meluas ke skala global. Karena itu, PoltekSI harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing di pasar tenaga kerja internasional,” tegas Dr. Erlina Diamastuti, SE., MSi., Ak., CA., CRA., CSRS., CSRA, Direktur PoltekSI.
Transformasi ini tidak dilakukan setengah hati. PoltekSI merancang perubahan sistemik melalui tiga pilar utama: digitalisasi kampus, koneksi industri global, dan penjaminan mutu terintegrasi.
Ketiga pilar ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri yang makin kompleks dan dinamis, sekaligus menyiapkan mahasiswa untuk bekerja di lingkungan kerja yang penuh tantangan dan inovasi.
Penjaminan Mutu Lulusan Berstandar Internasional
Keunggulan PoltekSI tidak hanya terletak pada teknologi, tetapi juga pada konektivitas langsung dengan dunia industri, termasuk perusahaan-perusahaan multinasional di bidang manufaktur, semen, energi, dan teknologi.
Melalui kerja sama erat dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), PoltekSI membuka peluang magang dan kerja bagi mahasiswa di lingkungan industri global. Program pemagangan, studi kasus industri, dan proyek akhir berbasis real challenge perusahaan menjadikan lulusan PoltekSI memiliki pengalaman yang relevan, bahkan sebelum mereka lulus.
Untuk memastikan kualitas output, PoltekSI mengembangkan sistem grading dan clusterisasi lulusan berbasis kompetensi dan kesiapan kerja. Sistem ini memungkinkan kampus untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri serta memastikan setiap lulusan ditempatkan sesuai potensi dan minat.
“Kami percaya, mutu tidak datang dari kebetulan. Ia lahir dari proses yang terukur dan terencana. Karena itu, setiap langkah kami diukur, dipantau, dan dievaluasi untuk memastikan lulusan PoltekSI siap masuk ke perusahaan manapun, termasuk industri multinasional,” tambah Dr. Erlina.
PoltekSI Siap Naik Kelas: Dari Regional ke Global
Transformasi PoltekSI bukan hanya tentang perubahan sistem, tetapi perubahan budaya. Kampus yang dulunya berskala lokal kini berorientasi global, dengan semangat kolaborasi lintas negara, pertukaran pengetahuan, dan pembangunan jejaring alumni internasional.
“PoltekSI hari ini bukan lagi kampus biasa. Kami siap naik kelas, bersaing di tingkat global, dan menjadi referensi kampus vokasi modern yang berdaya saing tinggi,” pungkas Dr. Erlina.
Dengan semangat inovasi dan keberanian untuk berubah, PoltekSI menegaskan komitmennya membentuk generasi vokasi yang tak hanya siap kerja, tetapi siap bersaing di panggung dunia. (*)
Editor : Hany Akasah