RADAR GRESIK – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti SMP Islam Manbaul Ulum, Kebomas Gresik pada momen puncak kegiatan edukasi lingkungan yang digagas oleh Nexus3 Foundation, Kamis (12/6). Acara ini dimeriahkan dengan lomba mural antar kelas serta kehadiran istimewa Runner Up Puteri Indonesia Jawa Timur 2025, Anggya Juwita Rachman yang turut berinteraksi langsung dengan para siswa.
Dalam kegiatan lomba mural yang mengusung tema lingkungan, para siswa diminta untuk menuangkan kreativitas mereka dalam bentuk mural yang tidak hanya indah, tetapi juga mengandung pesan-pesan mengenai pentingnya peduli lingkungan dalam setiap karya.
Sebanyak sembilan mural telah berhasil diselesaikan dalam dua hari di dinding-dinding sekolah, lima mural oleh siswa kelas tujuh di dinding gedung sekolah, dan empat mural oleh siswa kelas delapan di dinding area parkir sekolah. Setiap kelas diwakili oleh 10 siswa bekerja sama membuat mural menggunakan cat anti timbal yang ramah lingkungan, dan tiga siswa membuat video.
Saat presentasi, dua siswa dari setiap tim memaparkan secara detail makna gambar dan pesan yang terkandung dalam mural mereka. Beberapa pesan yang disampaikan antara lain ajakan untuk hemat energi, menjaga air, menerapkan zero waste, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Panca Dewi, selaku Training and Education Officer dari Nexus3 menuturkan kegiatan ini merupakan bagian dari projek CYA-ECR (Children and Youth Action for Environmental Children Right). Yakni sebuah inisiatif dari Nexus Foundation, yayasan yang bergerak di bidang lingkungan. Projek ini memiliki kontrak selama tiga tahun untuk memberikan pelatihan lingkungan kepada anak-anak, dan tahun 2025 ini merupakan tahun kedua pelaksanaannya.
“Tujuan pelatihan ini adalah memberdayakan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam menyuarakan hak mereka atas lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Siswa akan belajar tentang hak-hak anak, memahami isu lingkungan, dan melakukan citizen science untuk memantau kondisi udara, air, atau sampah di sekitar mereka,” ujarnya.
Sementara itu Kepala SMP Manbaul Ulum, Nurbibi Rina , SP, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diintegrasikan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah dengan memberikan edukasi lingkungan sebulan sekali.
“Hal tersebut didasari oleh kondisi Gresik yang rentan terhadap isu lingkungan dan merupakan kota pusat industri. Diharapkan ilmu yang diberikan dapat menjadi bekal bagi para siswa kedepannya,” ujarnya.
Ditambahkannya bahwa dalam proses pembelajarannya, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa dari OSIS, komunitas siswa, komunitas UKS, dan komunitas kewirausahaan, yang semuanya mendapatkan edukasi dan pembelajaran keterampilan mengenai lingkungan.
"Ini kegiatan yang positif karena tidak semua yayasan lingkungan melihat sekolah sebagai ajang kampanye lingkungan mereka. Selain Nexus, Yayasan Puteri Indonesia juga ikut bekerja sama dengan kegiatan ini,"imbuhnya.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, anak-anak dapat memiliki karakter yang kuat dan peka terhadap isu lingkungan. Karakter peduli lingkungan ini sudah ditanamkan sejak dini, mengingat SMP Islam Manbaul Ulum merupakan Sekolah Adiwiyata Mandiri yang mengedepankan budaya lingkungan hidup bersih dan kondusif di sekolah. (rir/han)
Editor : Hany Akasah