Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Pertama di Indonesia, UISI Gresik Resmi Ubah SILO Bekas Pabrik Semen Jadi Gedung Kuliah dan Masjid Silo Al-Ilmi

Novia Andriyani • Sabtu, 17 Mei 2025 | 03:36 WIB
PUSAT ILMU DAN IBADAH : Pertama di Indonesia, UISI Gresik sulap SILO bekas pabrik semen jadi gedung perkuliahan & Masjid Al-Ilmi yang heritage dan inspiratif.
PUSAT ILMU DAN IBADAH : Pertama di Indonesia, UISI Gresik sulap SILO bekas pabrik semen jadi gedung perkuliahan & Masjid Al-Ilmi yang heritage dan inspiratif.

RADAR GRESIK - Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) kembali mencatatkan tonggak sejarah dan digadang gadang menjadi yang pertama di Indonesia dengan peresmian dua fasilitas heritage, yaitu gedung SILO dan Masjid silo Al-Ilmi.

Acara peresmian yang dilakukan pada hari Jumat (16/05) dimulai dengan pelaksanaan salat Jumat perdana di masjid silo Al-Ilmi kemudian penandatanganan plakat prasasti peresmian oleh Founding Father UISI, Prof. (H.C) Dr. Ir. Dwi Soetjipto.,MM (Dirut PT Semen Indonesia 2005-2014, Dirut PT Pertamina 2014-2017, dan Kepala SKK Migas 2018-2025), bersama Rektor UISI Prof. Dr. Eng. Ir Herman Sasongko.

Turut menyaksikan acara ini Ketua Yayasan Semen Indonesia Foundation (SIF) Dr. Effnu Subiyanto, ST., M.BA beserta Sekretaris SIF Agus Kuntoro, S.T, Bendahara SIF Hanny Kusumohadiati, S.E, dan kepala sekolah dalam naungan yayasan SIF, juga para Wakil Rektor, dosen, civitas akademika, dan mahasiswa UISI beserta para perwakilan dari beberapa Industri di Gresik.

SILO, merupakan bagian dari pabrik semen pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 1957 di Kabupaten Gresik, memiliki diameter bangunan mencapai 40 meter dan tinggi sekitar 70 meter.

Selama puluhan tahun, bangunan ini digunakan untuk menampung bahan baku dan produk semen. Setelah Pabrik Semen Gresik direlokasi ke Tuban, Jawa Timur pada tahun 2014, silo-silo tersebut menjadi tidak terpakai dan dibiarkan kosong.

Rektor UISI, Prof. Dr. Eng. Ir Herman Sasongko, kemudian menjelaskan bahwa SILO kini difungsikan sebagai gedung perkuliahan yang dilengkapi dengan masjid, perpustakaan, laboratorium, ruang kelas, dan fasilitas penunjang lainnya.

"Asal-usul nama Masjid silo Al-Ilmi saya ambil dari makna SILO, yang berarti wadah yang luas dan tinggi. Kemudian, nama tersebut digabungkan menjadi silo Al-Ilmi, dengan harapan agar wadah ini dapat menyebarkan secara luas moda intelektual yang ada,". Papar Prof. Herman.

Lebih lanjut, Prof. Herman berharap UISI terus mengembangkan fasilitas seiring dengan peningkatan akreditasi program studi.

Beliau juga menyoroti dua capaian membanggakan UISI saat ini yaitu status Utama yang diraih Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dan status Unggul untuk Akademi Kemahasiswaan.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Dwi Soetjipto juga memaparkan latar belakang dan cita-cita pendirian UISI, Beliau mengenang pemikirannya saat Semen Gresik bertransformasi menjadi Semen Indonesia.

"Pertanyaannya, apakah kita akan meninggalkan Gresik begitu saja? Ini yang menjadi pemikiran saya saat itu. Seharusnya, ada sesuatu dari Semen Gresik (yang kini bertransformasi menjadi Semen Indonesia) yang menjadi warisan bagi masyarakat Gresik. Dan warisan yang paling bernilai adalah pendidikan,".Tutur Prof. Dwi Soetjipto

Mantan Direktur Utama Semen Indonesia tersebut juga menyampaikan harapannya agar Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) dapat mengangkat nama besar Semen Indonesia, serupa dengan bagaimana Universitas Pertamina dikenal luas. Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari yayasan Semen Indonesia untuk mewujudkan UISI sebagai universitas yang kuat.

Penandatanganan plakat prasasti oleh Founding Father UISI sekaligus Dirut PT Semen Indonesia 2005-2014, Prof. (H.C) Dr. Ir. Dwi Soetjipto.,MM bersama Rektor UISI Prof. Dr. Eng. Ir Herman Sasongko.
Penandatanganan plakat prasasti oleh Founding Father UISI sekaligus Dirut PT Semen Indonesia 2005-2014, Prof. (H.C) Dr. Ir. Dwi Soetjipto.,MM bersama Rektor UISI Prof. Dr. Eng. Ir Herman Sasongko.

Menurutnya, UISI bukan hanya berpotensi menjadi pusat pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga representasi yang nyata dari kontribusi Semen Indonesia di bidang pendidikan.

"Jika seseorang bertanya tentang peran Semen Indonesia bagi masyarakat, cukup tunjuk saja kampus UISI sudah langsung bisa menjawab semuanya,". Tegas Prof. Dwi Soetjipto

Dwi Sucipto juga mengapresiasi inovasi UISI dalam mengubah SILO bekas pabrik semen menjadi gedung dengan berbagai fasilitas bermanfaat. Ia meyakini bahwa inovasi ini adalah yang pertama di Indonesia dan semakin mengukuhkan UISI sebagai kampus heritage yang inspiratif, melestarikan sejarah sekaligus menjadi ikon baru bagi Kota Gresik.

Selanjutnya, agenda dilanjutkan dengan sesi talkshow dan guest lecture yang berfokus pada berbagi pengalaman kepemimpinan dan strategi dari para CEO serta pemimpin industri.

Diskusi ini mengangkat tema sentral mengenai transformasi yang lincah dan tangguh dalam menghadapi era disrupsi teknologi dan perdagangan global yang menghadirkan Keynote Speaker Prof. (H.C) Dr. Ir. Dwi Soetjipto.,MM, dan turut hadir sebagai Guest Speaker Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA (Rektor ITS 2003-2007, Menteri Kominfo 2007-2009, Menteri Pendidikan 2009-2014).

Sesi ini juga dimoderatori oleh Dr. Rr. Rooswanti Putri A.A.,S.Kom.,M. M dari UISI Faculty Member, dan didampingi oleh Dr. Ir. Andi Subroto., M.M (Direktur PT Omya Indonesia 2006-2016, Direktur PT Kedawung Setia Industrial Tbk 2017-sekarang) selaku panelist for global perspective. (nov/han)

Editor : Hany Akasah
#semen indonesia #SILO #uisi #UNIVERSITAS INTERNASIONAL SEMEN INDONESIA #semen #gresik #sif #Herman Sasongko #Ilmi #dwi soetjipto #mohammad nuh