RADAR GRESIK - Suasana aula lantai tiga UPT SMP Negeri 1 Gresik tampak ramai pada Kamis (8/5) pagi. Sekolah tersebut menjadi lokasi pendampingan inovasi dalam pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putrid oleh PKK Kabupaten Gresik.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, yakni Ketua TP PKK Kabupaten Gresik sekaligus istri Bupati Gresik, Nurul Haromainai, S.IKom istri Wakil Bupati Gresik, dr. Shinta Puspitasari, Kepala Dinas Kesehatan dr.Mukhibatul Khusnah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Dr. S. Hariyanto, dan Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko.
Hadir pula sebagai narasumber, dokter spesialis kandungan, dr. Illa, yang memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya kesehatan reproduksi remaja putri. Selain itu, kepala Puskesmas Nelayan, Puskesmas Alun-alun, dan Puskesmas Industri juga turut hadir dalam kegiatan ini.
Kepala UPT SMPN 1 Gresik, Beri Avita Prasetiya, M.Pd menyampaikan bahwa pihaknya, dengan bimbingan dan arahan dari Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan, telah menjalin kolaborasi yang baik dengan puskesmas setempat.
"Setiap Kamis pagi, kami memiliki kegiatan literasi sekolah selama 45 menit yang mewajibkan siswa membaca buku dan merangkumnya. Selain itu, kami juga mewajibkan seluruh siswi untuk meminum tablet tambah darah, dan program ini telah berjalan selama tiga tahun," ujarnya.
Kegiatan pagi itu diawali dengan senam bersama di lapangan, dilanjutkan dengan sarapan bersama dan minum tablet tambah darah secara serentak. Beri menambahkan bahwa sinergi ini akan juga menghadirkan pelatihan kader remaja. Pelatihan tersebut membekali para remaja dengan pengetahuan mengenai kesehatan remaja, reproduksi, serta bahaya HIV.
Baca Juga: Komandan Kodim 0817 Gresik Berikan Motivasi kepada Siswa SMPN 1 Gresik untuk Menjadi Generasi Emas
Lebih lanjut, sekolah juga telah melaksanakan skrining kesehatan bagi siswa kelas tujuh yang meliputi kebugaran jasmani, tinggi dan berat badan, serta pemberian vaksin. Skrining anemia juga digelar guna mengetahui kondisi kesehatan siswa. Bahkan jika ditemukan siswi yang kekurangan hemoglobin, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan wali murid untuk merujuk mereka ke Puskesmas terdekat.
"Harapan kami, tidak ada lagi siswi di sekolah ini yang menderita kekurangan darah atau hemoglobin. Kami juga berpesan kepada para peserta yang hadir agar menjadi duta di kelas masing-masing dan dapat menyebarkan pengetahuan yang mereka dapatkan kepada teman-teman sekelas," tegas Beri.
Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini, S.I.Kom, kembali menegaskan tujuan utama dari program ini, yaitu mengembalikan Gresik menjadi zero stunting. Ning Nurul juga memaparkan data bahwa pada tahun 2023, angka anemia pada remaja putri di Gresik mencapai 23 persen.
Baca Juga: SMPN 1 Gresik Pionir Sekolah Bersih Narkoba, Wujudkan Generasi Muda Sehat dan Berkualitas
"Upaya pencegahan stunting harus kita lakukan sejak dini, bahkan sebelum bayi lahir, dengan menargetkan kesehatan remaja putrid. Meskipun, pada tahun 2024 ini, kami melihat adanya penurunan. Kita tetap berupaya mencegah stunting dari hulu, demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas," ujarnya.
Nurul Haromaini juga memberikan apresiasi kepada SMPN 1 Gresik sebagai sekolah yang paling aktif dalam program pemberian tablet tambah darah.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusna, menyampaikan laporan evaluasi cakupan pemberian tablet tambah darah dengan mengajak berdiskusi lima siswi SMPN 1 Gresik.
“Unit Kesehatan Sekolah (UKS) kini juga menyediakan layanan skrining anemia dan memiliki program "Rapor Kesehatanku" sebagai upaya berkelanjutan dalam memantau kesehatan siswa,” pungkasnya.
Tak hanya pendampingan, kehadiran ketua TP PKK dan Dinkes juga meninjau UKS yang dimiliki UPT SMPN 1 Gresik. Berbagai fasilitas dan program UKS mendapatkan apresiasi dari ketua TP PKK. (rir/han)
Editor : Hany Akasah