Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Didukung Para Pakar Pendidikan Jatim, Jazilul Fawaid Inisiasi Pendirian Universitas Sunan Gresik

Yudhi Dwi Anggoro • Selasa, 25 Maret 2025 | 20:30 WIB
LAHIRKAN SDM UNGGUL : Jazilul Fawaid mendapatkan dukungan penuh dari para Guru Besar PTN dan PTS untuk pendirian Universitas Sunan Gresik (USG)
LAHIRKAN SDM UNGGUL : Jazilul Fawaid mendapatkan dukungan penuh dari para Guru Besar PTN dan PTS untuk pendirian Universitas Sunan Gresik (USG)

RADAR GRESIK - Tokoh asal Pulau Bawean Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jazilul Fawaid mengumpulkan para guru besar yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Timur.

Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan masukan dan dukungan terkait pendirian Universitas Sunan Gresik (USG) yang berlokasi di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Para pakar pendidikan di Jawa Timur ini membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen dukungan untuk pendirian USG.

”Kami ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya karena komitmen dukungan para guru besar, para doktor, pakar-pakar pendidikan di Jawa Timur untuk menjadi bagian dalam Dewan Pakar Universitas Sunan Gresik,” ujar Gus Jazil di sela acara bertajuk Temu Pakar Universitas Sunan Gresik di Kabupaten Gresik, Minggu malam (23/3).

Mereka antara lain Prof Dr Maskuri Bakri MPd (Unisma), Prof Dr Sri Puji Astuti W.MSi (Unair), Prof Dr Suryanto MSi (Unair), Prof Dr Rubaidi MAg (UINSA), Dr Ma’ruf Syah SH MA (PWNU Jatim), Muhammad Mahmud S.Kom, M.Kom (LL Dikti VII), Prof Dr Ahmad Fathoni Rodli, M.Pd (Umaha/Presiden ADRI), Dr Endang Muryani MM (ADRI), dan Dr (Hc) Bambang Panji Gunawan, dan Dr. M Sholeh MPd (Unesa).

Gus Jazil mengatakan, gagasan lahirnya USG muncul karena Gresik merupakan kota besar di Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang.

Dahulu, Kota Gresik merupakan pintu perdagangan dunia dan tempat penyebaran Islam awal di Tanah Jawa. Saat ini, Gresik menjadi pusat kota industri. Berbagai perusahaan baik skala nasional maupun internasional berdiri di Kota Santri ini.

”Kota Gresik jadi kawasan industri sehingga membutuhkan sumber daya yang lahir dari Gresik. Gagasan lahirnya USG bagian dari keterikatan sejarah dan tantangan hari ini untuk menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Gus Jazil.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bagsa (PKB) DPR RI ini mengatakan, pendirian kampus unggulan ini juga sebagai bentuk nyata dukungan terhadap langkah besar pemerintah untuk melahirkan SDM unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kami berharap USG akan menjadi perguruan tinggi unggulan di Gresik dan kami sudah siapkan seluruh legalitas dan perangkatnya, mulai dosen, gedung dan seluruh desainnya,” tutur Gus Jazil.

Diharapkan, pada Mei 2025 nanti secara resmi akan dilakukan grand launching sekaligus dibuka pendaftaran mahasiswa baru sehingga pada tahun ajaran baru tahun ini sudah bisa dimulai proses perkuliahan.

Rencananya untuk tahap awal akan didirikan dua fakultas dengan jumlah program studi (prodi) sebanyak 13 prodi. Yakni prodi S1- Manajemen Informasi Kesehatan, S1 Kebidanan & Profesi, S1–Mikrobiologi, D3 Kebidanan, S1 – Teknik Komputer & Informatika, S1–PGSD, S1-Teknologi Pendidikan, S1 - Teknik Sipil, S1 - Agro Ecoteknologi (Pangan), dan S-1 Rekayasa Pertambangan.

Kemudian rumpun sosial humaniora dibuka Fakultas Ekonomi dan Hukum yang memiliki tiga prodi yakni S1 Prodi Hukum, Akuntansi dan Manajemen. Jumlah prodi tersebut masih akan berkembang sesuai dengan kebutuhan.

”Kami berharap prodi yang dibuka dapat menjadi penopang kebutuhan pasar kerja di wilayah Gresik dan sekitarnya yang banyak berdiri industri-industri skala nasional hingga internasional. Ada juga usulan untuk membuka prodi teknologi perikanan karena dekat dengan laut, prodi psikologi dan juga kimia, nanti akan kami kaji dengan matang,,” tuturnya.

Sementara itu, Prof Maskuri Bakri menyatakan ketertarikannya untuk terlibat dalam pendirian USG. Nantinya, kampus yang berada di Kecamatan Sidayu itu harus menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional sehingga selain akan melahirkan SDM-SDM unggul, juga akan mengangkat wilayah Sidayu dan Gresik pada umumnya.

”Saya siap memberikan pemikiran-pemikiran besar dalam menciptakan SDM-SDM unggul yang tidak hanya menjadi job seeker, tapi job creator. Tidak hanya lulusan yang siap untuk melamar kerja, tapi bisa menjadi pencipta pekerjaan-pekerjaan baru,” pungkas Prof Maskuri Bakri. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#Indonesia Emas 2045 #usg #akuntansi #sdm unggul #Pertambangan #Kebidanan #informatika #Universitas Sunan Gresik #pakar pendidikan #jazilul fawaid