RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Unit Pelaksana Teknis Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (UPT LP ABK) Dinas Pendidikan meluncurkan layanan antar jemput gratis bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Peluncuran ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik, sebagai upaya mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak istimewa di halaman gedung UPT LP ABK, Selasa (18/03).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto, menjelaskan layanan antar jemput gratis ini diwujudkan melalui tiga armada mobil bantuan CSR dari Bank Jatim Cabang Gresik.
Program ini merupakan implementasi dari keinginan Bupati dan Wakil Bupati Gresik untuk memberikan pelayanan prima kepada ABK, mempermudah akses mereka terhadap layanan asesmen, terapi, psikologi, dan layanan lainnya di UPT LP ABK.
"Dasar dari layanan ini adalah UU Nomor 20 Tahun 2023, UU Nomor 8 Tahun 2016, Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020, dan Perbup Nomor 42 Tahun 2013. Ini adalah wujud nyata dari upaya kami untuk mengembangkan potensi ABK secara optimal, mendorong kemandirian, dan memberikan kehidupan yang layak bagi mereka," ujar Hariyanto.
Lebih lanjut, Hariyanto menambahkan layanan ini juga merupakan bentuk pemberian kesempatan yang sama dalam pendidikan bagi ABK, serta dukungan bagi keluarga agar memiliki rasa percaya diri dan kemampuan pendampingan yang optimal.
Pada kesempatan yang sama, diberikan Surat Keputusan (SK) kepada 129 Guru Pembimbing Khusus (GPK) yang telah mengikuti pelatihan intensif selama beberapa bulan. Tugas para GPK ini adalah mengidentifikasi kebutuhan ABK, menyusun Program Pembelajaran Individu (PPI), mendampingi proses belajar mengajar, serta menjalin komunikasi dengan orang tua ABK.
Berdasarkan data Laporan Digital Perkembangan Peserta Didik Anak Berkebutuhan Khusus (LADIKA) UPT LP ABK Kabupaten Gresik, tercatat ada 454 ABK dari tingkat PAUD hingga SMP yang telah menjalani tahap intervensi. Dengan adanya layanan antar jemput ini, diharapkan proses intervensi dapat berjalan lebih efektif.
"Awalnya, anak-anak akan dijemput dari sekolah masing-masing dan diantar ke UPT LP ABK untuk menjalani intervensi selama tiga bulan. Setelah itu, mereka akan dikembalikan ke sekolah asal dan didampingi oleh GPK selama tiga hingga enam bulan ke depan. Kami berharap dalam satu tahun, seluruh 454 ABK dapat tertangani dengan baik," jelas Hariyanto.
Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif mengapresiasi kepada Bank Jatim Cabang Gresik atas bantuan CSR yang diberikan. Ia berharap layanan antar jemput gratis ini dapat mengakomodasi kebutuhan ABK dan memberikan pelayanan yang prima. "Kami, atas nama Bupati dan Pemerintah Kabupaten Gresik, mengucapkan terima kasih kepada Bank Jatim. Kami berharap layanan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi ABK di Gresik," ujar Asluchul Alif.
Kepala UPT LP ABK Gresik, Renyta Yuniarti Ningtyas, menjelaskan layanan ini memiliki filosofi "Kemilau Hatiku Padamu," yang bermakna kemuliaan dalam meningkatkan silaturahmi dan dedikasi dalam mendampingi ABK.
"Tiga armada mobil layanan antar jemput gratis ini akan melayani wilayah Gresik Kota, Gresik Utara, dan Gresik Selatan. Kami berharap layanan ini dapat mengoptimalkan potensi ABK dan membantu mereka meraih masa depan yang lebih baik," pungkas Renyta. (nov/han)
Editor : Hany Akasah