Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tari Rato Jaroe Seringkali Semarakkan Even, SMK NU Trate Wakili Jatim Lomba Tari di Tingkat Nasional

Hany Akasah • Selasa, 19 November 2024 | 18:30 WIB
Pesona Tarian Ratoh Jaroe: Simbol Budaya Aceh di Kancah Internasional kini menarik perhatian pada festival hari santri
Pesona Tarian Ratoh Jaroe: Simbol Budaya Aceh di Kancah Internasional kini menarik perhatian pada festival hari santri

RADAR GRESIK – SMK NU Trate Gresik berhasil memukau penonton dengan penampilan Tari Ratoh Jaroe yang enerjik dan penuh semangat pada Festival Hari Santri Gresik 2024, 10 November 2024. Tari Ratoh Jaroe, tarian tradisional Aceh yang terkenal dengan gerakannya yang sinkron dan ritme yang cepat berhasil menarik perhatian banyak penonton.

Guru pembimbing tari, Lusiana menjelaskan pemilihan tarian ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat luas dan menanamkan rasa bangga pada siswa terhadap warisan budaya bangsa."

"Kami memilih tarian Ratoh Jaroe karena ingin festival ini terlihat lebih meriah. Kekuatan tarian ini ada pada suara dan tepuk tangan yang kompak, sehingga dapat menarik perhatian para penonton," ujar Lusiana.

Menariknya, para penari ini bukan baru pertama kali tampil. SMK NU Trate Gresik bahkan pernah mewakili Jawa Timur dalam lomba tari nasional tingkat SMA yang diadakan di Bandar Lampung. Prestasi ini menandakan bahwa keahlian dan kekompakan tim tarian ini tidak hanya diakui di level lokal, tetapi juga di panggung nasional.

Bagi para siswa, pengalaman menampilkan seni budaya Aceh ini bukan hanya sebuah pertunjukan, tetapi juga sebuah cara untuk belajar dan menghargai kekayaan budaya Indonesia yang beragam.

Tarian Ratoh Jaroe merupakan salah satu tarian tradisional asal Aceh yang semakin populer, baik di Indonesia maupun mancanegara. Tarian ini berasal dari warisan budaya masyarakat Aceh dan mengandung nilai spiritual yang dalam, sekaligus mencerminkan keragaman seni, ritme, dan gerakan tubuh yang harmonis.

Ratoh Jaroe memiliki kemiripan dengan Tari Saman, terutama dalam hal gerakan dan ritme yang penuh energi dan kompak. Bedanya, Ratoh Jaroe tidak mengandung syair atau lagu religi seperti yang ada dalam Saman.

Tarian ini juga cenderung lebih fokus pada koreografi yang menampilkan gerakan tangan, kepala, dan tubuh dengan kecepatan yang teratur, menciptakan pola-pola dinamis yang memukau penonton.

Meskipun semakin dikenal luas, pelestarian dan promosi Ratoh Jaroe tidak terlepas dari tantangan. Generasi muda Aceh diharapkan tetap melestarikan dan memperkenalkan tarian ini, agar tidak tergerus oleh budaya asing.

Pemerintah dan berbagai lembaga budaya juga memiliki peran penting dalam mendukung para penari muda agar tetap bangga dengan warisan seni mereka.

Tarian Ratoh Jaroe bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga simbol kekuatan budaya Aceh yang telah melewati berbagai zaman. Tarian ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi dan globalisasi. (dwi/fan)

Editor : Hany Akasah
#Festival #Tari Ratoh Jaroe #gresik #Trate #SMK NU #Festival Hari Santri Gresik 2024