RADAR GRESIK-Kasus bunuh diri baik gantung maupung lompat dari gedung kian meningkat di Indonesia. Terutama dilakukan oleh remaja ataupun mahasiswa di Indonesia. Misalnya saja beberapa waktu lalu dilakukan oleh dua mahasiswa Surabaya. Pekan lalu oleh mahasiswa Semarang.
Menanggapi maraknya kasus terseburt anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) Republik Indonesia Dr Lia Istifhama, M.E.I sangat prihatin. Menurutnya, pemerintah di sektor pendidikan maupun masyarakat harus segera merespon aksi-aksi remaja atau mahasiswa yang mengancam nyawanya.
Senator cantik itu mengungkapkan, mahasiswa yang mengalami transisi dari masa remaja ke dewasa awal termasuk ke dalam populasi yang berisiko tersebut.
"Banyak permasalahan umum yang dihadapi oleh mahasiswa, antara lain: keuangan, relasi dengan dosen, masalah akademis, hubungan pertemanan, percintaan, dan gangguan kesehatan," kata Ning Lia sapaan Lia istifhama.
Postvention adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan intervensi yang dilakukan
setelah terjadi bunuh diri. Setelah anak atau remaja melakukan bunuh diri, sangat dianjurkan untuk melakukan krisis intervensi pada orang-orang terdekatnya karena mereka berisiko menderita depresi, gangguan stres pasca trauma atau reaksi duka cita yang patologis.
"Angka bunuh diri yang semakin meningkat pada kalangan anak dan remaja membutuhkan perhatian serius. Pengetahuan dan pemahaman yang baik terhadap faktor risiko bunuh diri pada anak dan remaja serta tindakan pencegahan yang komprehensif dan tepat sasaran diharapkan kasus yang terjadi pada remaja maupun mahasiswa tidak terjadi lagi," harap Ning Lia. (han)