RADAR GRESIK - Komunitas Guru Penggerak (KGP) Kabupaten Gresik menggelar pengukuhan dan simposium di aula SMA Negeri 1 Manyar, Kamis (18/1).
Acara ini dihadiri Kepala Dinas Kabupaten Gresik, S. Hariyanto, S.Pd. M.M, Kepala Cabang Dinas Propinsi Jawa Timur Wilayah Gresik, Dr. Kiswanto, S.Pd. M.Pd, Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Timur Drs. Abu Khoer, M.Pd, serta 248 guru penggerak angkatan 6, 7, dan 8.
Mereka berasal dari berbagai jenjang. Di antaranya, kepala sekolah, guru KBTK, SLB, SD, SMP, hingga SMA dan SMK. Guru penggerak angkatan 6,7, dan 8 merupakan angakatan pertama, kedua, dan ketiga di Kabupaten Gresik.
Kepala Cabang Dinas Propinsi Jawa Timur wilayah Gresik Kiswanto berharap agar guru penggerak dapat berpikiran maju agar meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan.
"Saya berharap guru penggerak bisa memberi contoh dan teladan yang baik bagi guru lainnya. Bukan hanya ilmu namun perilaku baik. Mari berusaha melangkah maju satu pangkah lebih terdepan," ujar Kiswanto.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Timur Drs. Abu Khoer, M.Pd dalam simposiumnya mengatakan, guru penggerak merupakan guru yang telah melalui pendidikan selama enam bulan.
"Berakhirnya masa pendidikan guru penggerak selama enam bulan berarti dimulainya perjuangan para guru. Mereka telah dididik oleh pengajar praktik dan para fasilitator dan harus siap menjadi penggerak perubahan di sekolahnya masing-masing," ujar Abu Khoer.
Dikukuhkannya Komunitas Guru Penggerak (KGP) Kabupaten Gresik menjadi awal kemajuan pendidikan di Kabupaten Gresik. Dibawah naungan Kepala BBGP Jawa Timur, KGP Gresik dinahkodai oleh Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd dengan Wakil Nurul Wafiyah, M.Pd, serta sekretaris Shofan Hariyanto, M.Pd dan M.Emil Walid, S.Pd. Sedangkan, Siti Khofifah, S.Pd, M.Pd. dan M. Hudhori, S.Pd didapuk sebagai bendahara.
Ketua pelaksana kegiatan Nurul Wafiyah menambahkan, pengukuhan itu digelar sebagai wujud kolaborasi guru penggerak yang ada di Kabupaten Gresik.
"Pengukuhan ini juga sebagai tanda bahwa KGP Kabupaten Gresik telah memiliki legalitas. Dari 48 Kabupaten di provinsi Jawa Timur, hanya 27 Kabupaten yang telah memiliki legalitas KGP, dan Gresik adalah salah satunya," ujar Nurul Wafiyah.
Ketua KGP Kabupaten Gresik Muhammad Sayiful hadi, S.si., MPd berharap kepada anggota agar menjadi motor kunci di lembaga pendidikannya masing-masing.
"Kami berharap guru penggerak tidak hanya menjadi guru penggerak saja namun ada yang berlanjut kepengajar praktik, fasilitator, ataupun instruktur. Harus memanfaatkan kesempatan yang ada karena tidak akan ada lagi kesempatan berikutnya," ujar Muhammad Sayiful hadi.
Usai dikukuhkan, KGP Gresik segera mencanangkan berbagai program kerja. KGP juga sudah membentuk koordinator jenjang, koordinator zona, hingga empat bidang guna mempermudah kinerja dan koordinasi.
Dengan adanya pengukuhan dan simposium ini, diharapkan KGP Kabupaten Gresik dapat menjadi penggerak perubahan di dunia pendidikan dan meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kabupaten Gresik. (Rir/han)
Editor : Hany Akasah