GRESIK-Masih adanya pungutan di sekolah terus mendapatkan atensi dari pemerintah. Kemarin, bersama Inspektorat dan Kepolisian mereka menggelar sosialisasi pencegahan pungutan liar (pungli) di dunia pendidikan. Diharapkan dengan adanya pencegahan persoalan tersebut bisa diminimalisir.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik S Hariyanto mengatakan sosialisasi ini merupakan tindaklanjut dari tuntutan masyarakat. Pihaknya difasilitasi saber pungli dalam hal ini Inspektorat dan Kepolisian melakukan sosialisasi pencegahan kepada kepala sekolah.
Baca Juga: Kadispendik Gresik Keluarkan Instruksi Larangan Pungutan di Sekolah
"Kami berharap persoalan pungutan di sekolah bisa terus diminimalisir. Terutama setelah ada pengawasan langsung dari Tim Siber Pungli," ujarnya melalui Sekretaris Dispendik Herawan Eka Kusuma.
Menurut dia, lembaga pendidikan tingkat SD dan SMP Negeri di Gresik mencapai ratusan. Sehingga, untuk pengawasannya diperlukan peran serta sejumlah pihak. "Termasuk masyarakat. Kami akan terus berupaya meningkatkan pelayanan di dunia pendidikan," pungkasnya.
Baca Juga: Polemik Tarikan, Dispendik Gresik Sudah Imbau Sekolah Tidak Wajibkan Beli Buku
Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Gresik Achmad Hadi mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para stakeholder di dunia pendidikan terkait tugas dan wewenang saber pungli. Selain itu, juga memberikan pemahaman terkait hal-hal yang masuk dalam kategori pungutan liar.
"Kami memfasilitasi Dinas Pendidikan untuk memberantas pungli yang ada di dunia pendidikan," ujarnya.
Menurut dia, potensi pungutan yang terjadi di sekolah memang cukup besar. Misalnya, saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sumbangan untuk pendaftaran biasanya buku dan seragam, sumbangan saat tahun ajaran biasanya terkait iuran pembangunan atau perpisahan serta penahanan ijazah.
Baca Juga: Dikabarkan Ada Pungutan Infak, Kepsek SMAN 1 Kedamean Sampaikan Sumbangan Lewat Komite
"Secara bersama-sama nantinya akan dibangun sistem untuk meminimalisir potensi terjadinya pungutan di dunia pendidikan," pungkasnya. (rof)
Editor : Hany Akasah