Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

UISI Bantu Kembangkan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Pulau Bawean

Hany Akasah • Kamis, 8 Desember 2022 | 12:00 WIB
Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi melakukanpertemuan bilateral dengan Wakil Menteri PerdaganganLuar Negeri Peru, Ana Cecilia Gervasi di Bangkok, Thailand, Sabtu (21 Mei).
Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi melakukanpertemuan bilateral dengan Wakil Menteri PerdaganganLuar Negeri Peru, Ana Cecilia Gervasi di Bangkok, Thailand, Sabtu (21 Mei).
GRESIK - Potensi perikanan dipulau Bawean sangatlah melimpah, dengan komoditas utama perikanan yaitu ikan tongkol (Euthynnus affinis), Lobster (Nephropidae), dan ikan ekor kuning. Namun, Hasil komoditas perikanan yang melimpah ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga ikan dengan harga ekonomis tinggi menjadi terbuang sia-sia.

Beberapa dusun dipulau bawean memanfatkan hasil perikanan tangkap tersebut untuk pengembangan produk diversifikasi perikanan khususnya pada intermediate produk dan produk siap saji, Produk tersebut berupa olahan dengan penggunaan pati yang cukup tinngi seperti kerupuk lekok, posot posot, pempek kering, kerupuk sanggar.

Kapasitas produksi untuk setiap rumah sekitar 5-10 kg/hari dengan nilai harga jual paling rendah Rp 14.000/bungkus dan paling tinggi Rp 40.000/bungkus. selain itu, teknik pemasaran yang dilaksanakan hingga saat ini yaitu dengan sistem menitipkan produk pada toko toko sekitar dan belum ada pengembangan produk serta pemasaran karena Proses produksi  ditentukan dari persediaan bahan baku ikan.

Azmi Alvian Gabriel, S.TP, M.P., MPM., MQM mengungkapkan bahwa pengembangan produk olahan kerupuk menjadi salah satu upaya pemanfaatan sumberdaya kearifan lokal yang sangat berpotensi untuk menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat sekitar pesisir Bawean.



Berdasarkan analisis situasi yang telah dilakukan maka dapat dirumuskan permasalahan mitra antara lain :
1. Para pengerajin kerupuk belum mengetahui tentang perizinan legalitas produk selain NIB.
2. Kurangnya pembekalan dalam pengembangan produk
3. Kurangnya kepercayaan warga terhadap fasilitaor
4. Masyarakat belum mengetahui cara packing dan penyajian produk yang baik sehingga dapat menarik konsumen

Baca juga : UISI Jadi Tuan Rumah Ajang Kompetisi Mahasiswa Nasional Tahun 2022

Dari permasalahan yang tengah terjadi pada produksi kerupuk khas Bawean tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya di dusun Dayasunagi, Desa. Sungairujing Kec. Sangkapura Bawean  melaksanakan program sebagai berikut :
1. Pembentukan kelompok/kelembagaan bisnis
2. Melakukan sosialisasi potensi pengolahan hasil perikanan menjadi produk olahan diversifikasi lainnya.
3. Melakukan sosialisasi tata cara pembentukan serta pengurusan Kelompok Usaha Bersama serta perijinan yang diperlukan
4. Melakukan pelatihan cara pengemasan produk dan pemasaran produk

Metode yang diterapkan pada pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat melalui aktivitas sosialisasi dan pemberian pelatihan kepada warga Dayasungai selaku Mitra dengan pertimbangan bahwa sebagai Kelompok Usaha dengan memanfaatkan waktunya secara optimal akan dibekali keterampilan dalam industri kerupuk ikan sesuai dengan kebutuhan.



Kelompok usaha ini memperoleh pelatihan, berupa teori dan pendampingan pembuatan produk menjadi makanan siap saji yang sesuai dengan SSOP dan GMP. Namun, Tak hanya pelatihan dan sosialisasi saja yang diterima, masyarakat juga memperoleh pendampingan dari program Inkubasi Bisnis Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tujuan dari pendampingan program tersebut yaitu agar pelaku usaha dibidang perikanan memiliki motivasi untuk maju dan berkembang agar dapat bersaing dengan produk-produk lokal lainnya, khususnya dibidang pengolahan hasil perikanan. Dari beberapa warga yang memperoleh pendampingan inkubasi bisnis, terdapat salah satu warga yang berhasil lolos ke tahap wawancara oleh KKP.

Baca juga : PKK HIMATRIAN UISI Fasilitasi Pengembangan Produk Gula Aren Bawean

Adinda Siska Prihastiti selaku mahasiswa yang terlibat dalam Tim PkM UISI berharap Dengan adanya salah satu warga yang lolos untuk progaram inkubasi bisnis KKP diharapkan dapat menjadi wadah untuk masyarakat sekitar, sehingga dapat mengembangkan produk krupuk olahan ini, dan juga  pemasaran yang luas sehingga dapat menambah pendapatan produsen. (Nov/Han) Editor : Hany Akasah
#Inovasi #kearifan lokal #uisi gresik #PULAU BAWEAN #pendidikan #Kerupuk bawean