Acara dimulai pukul 07.00 WIB tersebut memiliki beberapa perlombaan. Di antaranya mewarnai damar kuning, membaca puisi, self Introduction, sing a song, tartil dan adzan. “Para wali atau orang tua tidak boleh mendampingi anaknya pada saat perlombaan sedang berlangsung,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan Hendra Yaumawan.
Humas Minu Tratee Putra Imron menambahkan, kegiatan tersebut diikuti 200 siswa di tingkat taman kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Gresik supaya mampu menggali potensinya. Baik dalam akademisi maupun non akademik. “Sebagai guru, pastinya kita harus tahu potensi apa yang dimiliki anak-anak tersebut,” kata Imron.
Baca juga : MINU Tratee Putera, Sekolah Ramah Anak Melalui Pendidikan Karakter
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mangpreasiasi even Minu Tratee Putera yang mampu menyeimbangkan pendidikan yang sudah go internasional dan juga menerapkan pendidikan Nadhatul Ulama karena sekolah binaan Ma'arif Jawa Timur. “Saya berharap MINU Tratee Putera ini lebih ditingkatkan pendidikan, derajat dan kreativitasnya sehingga banyak wali dan calon wali murid yang menyekolahkan anaknya di sini,” kata Aminatun.
Para wali juga sangat antusias dengan acara tersebut. Salah satu wali murid Sugeng mengatakan, acara tersebut sangatlah bagus. Terlebih tujuannya untuk mengetahui bakat dan potensi anak di tingkat taman kanak-kanak. (*/han) Editor : Hany Akasah