Kegiatan tersebut turut mengundang unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Gresik dan Dinas KB,PP & PA Kabupaten Gresik. Seminar dibagi selama dua hari dengan peserta para siswa dan orangtua walimurid.
Kepala MINU Tratee Putera Endah Retnaningsih, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan rutin usai ujian semester. "Meskipun ujian telah usai, kita masih memberikan pendidikan dalam bentuk lain, seperti pendidikan karakter dalam seminar dua hari ini," tuturnya.
Pendidikan karakter dipilih karena latar belakang ketika pandemi, kegiatan belajar dan mengajar lebih sering dilaksanakan dirumah. Sehingga psikologis anak cenderung menurun.
Turut hadir Ipda Hepi Kanit PPA Polres Gresik memberikan materi. Disampaikannya bahwa potret kelakuan anak merupakan pengaruh lingkungan, sebagai orangtua baik di sekolah ataupun dirumah tidak boleh langsung menghakimi.
"Lebih kepada orangtua saya harapkan bisa lebih aktif, karena perkembangan anak merupakan tanggung jawab bersama. terkait adanya kasus bulliying bisa diselesaikan secara mediasi melalui peran aktif orang tua," terangnya.
Hal senada diungkapkan Soerati Mardhiyaningsih, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan, Anak, dan Pengarusutamaan Hak Anak Dinas KBPP & PA menuturkan terpenuhnya hak anak bisa mempengaruhi kekerasan dan diskriminasi. Sekolah ramah anak terlindungi dari kekerasan dan bisa melindungi hak anak.
"Mari bersama-sama kita mulai dari peraturan dan fasilitas lingkungan sekolah agar bisa melindungi anak anak. Karena mental anak usia sekolah masih labil, sehingga butuh peran wali murid guna mendukung dan bertanggung jawab kepada anak-anak ketika dirumah. Tidak menutup kemungkinan kasus bulliying diungkapkan kepada orangtua, jadi peran kita harus memantau perubahan perkembangan anak dirumah sehingga bisa saling konsultasi dengan sekolah," pungkasnya.(*/han) Editor : Hany Akasah