Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Tutus Novita Dewi mengatakan, bahwa peran media sangat penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat. "Kita harus survive dengan kondisi pandemi yang masih hadapi hingga saat ini salah satunya dengan cara menciptakan berbagai inovasi dalam rangka menjaga mutu dan simplifikasi layanan. Misalnya yang dulu peserta harus ke kantor sekarang cukup akses layanan kesehatan melalui handphone dengan melalui Pandawa ataupun Mobile JKN serta inovasi lainnya,"kata Tutus.
Pihaknya juga menjelaskan, dengan terus dilakukan upaya peningkatan mutu layanan. Diharapkan jaminan kesehatan ini juga dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat yakni melalui program Universal Health Coverage. Sampai saat ini, BPJS Kesehatan Cabang Gresik terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah Daerah guna mewujudkan hal tersebut menyusul Sidoarjo dan Surabaya.
"Untuk cakupan kepesertaan di Kabupaten Gresik sendiri per Oktober 2021 sebanyak 75.92 persen atau 974.834 jiwa. Sedangkan untuk Kabupaten Lamongan sebanyak 69.13 persen atau 953.776 jiwa,"ucapnya. Menurut Tutus, untuk terkait penanganan Covid-19, diperlukan suatu kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan juga dengan pihak FKRTL. Sehingga dengan kolaborasi ini diharapkan rencana pengembangan sistem pembayaran klaim ke rumah sakit melalui skema uang muka dapat segera terwujud, sehingga fasilitas kesehatan dapat lebih leluasa dan lebih optimal untuk memberikan layanan kesehatan yang bermutu.
"Sampai bulan September 2021 terdapat 14.092 kasus klaim Covid-19 yang telah diajukan kepada kami. Semoga kasus ini dapat segera berakhir,"ungkapnya. (jar/han) Editor : Hany Akasah