Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Mengenal Gita Fernanda, Sinden Muda Gresik yang Menembus Gempuran Zaman

Hany Akasah • Rabu, 1 April 2026 | 08:57 WIB
Berbakat : Gita Fernanda dengan kostum seniwati yang anggun saat tampil di salah satu stasiun televisi. (Dok/Radar Gresik)
Berbakat : Gita Fernanda dengan kostum seniwati yang anggun saat tampil di salah satu stasiun televisi. (Dok/Radar Gresik)

RADAR GRESIK -;Di tengah kencangnya arus modernisasi, seorang gadis muda asal Kecamatan Wringinanom, Gresik, memilih jalan hidup yang tak biasa bagi remaja seusianya.

Reggita Insandini Fernanda, atau yang akrab menyapa panggung dengan nama Gita Fernanda, adalah sosok seniwati muda berusia 19 tahun yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat nafas kesenian tradisional Jawa, mulai dari panggung dangdut hingga sakralnya pelataran wayang kulit.

Darah seni yang mengalir dalam tubuh alumni SMA Negeri 1 Wringinanom ini bukanlah hasil karbitan. Gita mengaku memiliki bakat alami yang diwarisi dari para leluhurnya.

Baca Juga: Beri Pembekalan Finalis Duta Genre Gresik, Gus Yani : Jangan Cuma Kejar Gelar, Jadilah Inspirasi Nyata!

Tanpa guru vokal formal, ia belajar secara otodidak melalui kaset DVD dan kanal YouTube sejak dini. Perjalanan profesionalnya dimulai sejak kelas 2 SD, saat ia dengan berani mengikuti sang kakek untuk "nyinden" di pertunjukan wayang kulit dan jaranan.

"Saya mulai fokus di dunia seni pada kelas 2 SD. Waktu itu saya ikut kakek saya di pertunjukan wayang kulit sebagai sinden. Saya juga ikut kakek saya nyinden di acara Kuda Lumping atau Jaranan. Namun, setelah sekian lama saya sempat berhenti karena sering mengantuk di kelas," kenang Gita saat menceritakan awal mula perjuangannya.

Titik balik kariernya terjadi saat ia duduk di bangku kelas 6 SD. Bermula dari menyumbangkan suara di hajatan tetangga, Gita mulai jatuh cinta pada genre dangdut. Memasuki jenjang SMP, ia melakukan gebrakan dengan mulai bernyanyi dari panggung kecil ke panggung besar.

Baca Juga: Manfaatkan Diskon 25 Persen, Ratusan Warga Serbu Kantor Kecamatan Gresik untuk Bayar PBB

Tak puas hanya di satu genre, saat kelas 2 SMP, ia kembali merambah dunia karawitan, campursari, hingga ludruk, meski harus pandai membagi waktu agar pendidikan formalnya tidak terbengkalai.

Prestasi Gita pun tidak main-main. Ia tercatat pernah meraih penghargaan dalam Lomba Kidungan Jula Juli di Museum Mpu Tantular (2022), Lomba Musik Kreasi Fellasia di Universitas Brawijaya (2023), hingga Lomba Karawitan Olimpiade Pariwisata Nasional ke-12 di Universitas Gadjah Mada (2023).

Baginya, menjadi seniwati adalah tentang mengasah kesabaran dan tidak mudah menyerah.

Baca Juga: Isu BBM Naik 1 April Bikin Warga Gresik Panik, Pertamina: Belum Ada Pengumuman Resmi

"Motivasi saya, kalau menjadi seorang seniwati harus meningkatkan kesabaran, jangan mudah menyerah, fokuslah pada diri kamu dan tujuan kamu. Karena semua akan mendapatkan hasil jika kamu sudah berusaha dari usaha kamu sendiri. Ada pepatah 'Sopo sing nandur bakal ngunduh', artinya siapapun yang menanam pasti akan menuai hasilnya. Jadi jangan putus asa untuk melakukan sesuatu, kejarlah sampai target dan impian kamu terpenuhi," tuturnya dengan penuh semangat.

Dunia panggung tentu memiliki tantangan tersendiri. Selain harus menjaga kualitas suara dan variasi cengkok agar tetap otentik, Gita dituntut untuk terus meng-upgrade keterampilannya mengikuti perkembangan zaman. Ia harus mampu menguasai lagu-lagu tradisional hingga lagu modern yang sedang viral untuk memenuhi permintaan penonton.

Baca Juga: LKPJ 2025, Bupati Gresik Paparkan Realisasi Pendapatan Daerah Tembus 98,58 Persen

Suka dan duka pun menjadi bumbu kesehariannya. Dari sepinya jadwal manggung hingga risiko perjalanan jauh yang terkendala cuaca buruk pernah ia rasakan.

Namun, hal itu tak memadamkan semangatnya. Saat ini, Gita tidak hanya aktif di atas panggung fisik, tetapi juga mulai merambah dunia digital dengan konsisten membuat konten karya seni di YouTube sebagai bentuk inovasi.

Menatap masa depan, Gita membawa harapan besar bagi kelestarian budaya lokal. Ia ingin karyanya semakin dikenal luas dan mampu menginspirasi rekan sebaya.

Baca Juga: Isu BBM Naik 1 April Bikin Warga Gresik Panik, Pertamina: Belum Ada Pengumuman Resmi

"Harapan ke depan, semoga banyak generasi muda yang mau mempelajari budaya tradisional Jawa di era modern sekarang, biar budaya Jawa tidak punah dan tidak tergerus oleh zaman. Jika semakin banyak generasi penerus yang suka melestarikan budaya Jawa, kemungkinan budaya tersebut tidak mudah punah di era gempuran zaman sekarang," pungkasnya. (rir/han) 

Editor : Hany Akasah
#sinden #kesenian #jawa #gresik #wringinanom