RADAR GRESIK - Di balik gemulai gerakan dan ekspresi memukau di atas panggung, ada sosok-sosok berdedikasi yang tak henti melestarikan dan mengembangkan seni tari. Salah satunya adalah Lysistrata Vira Pertiwi, seorang pelatih tari berusia 29 tahun yang lahir di Surabaya pada 19 Juli 1995.
Vira, demikian ia akrab disapa, adalah pribadi yang mendedikasikan hidupnya pada seni tari. Sebagai seorang pelatih, ia tidak hanya mengajarkan teknik menari, tetapi juga membimbing dan menginspirasi murid-muridnya untuk memahami serta mencintai warisan budaya melalui gerakan.
“Bagi saya, profesi penari bukan sekadar seni, melainkan juga sebuah perjalanan yang membutuhkan kerja keras, dedikasi, dan pemahaman mendalam,”ujar Vira.
Vira menjelaskan bahwa profesi pelatih tari mencakup dua ranah utama: sebagai seniman yang menampilkan tarian dalam pertunjukan, dan sebagai guru tari atau koreografer yang menciptakan dan merancang gerakan. Ia sangat termotivasi untuk mengajar dan membimbing siswa dalam seni tari, serta menciptakan gerakan-gerakan tari yang indah untuk berbagai keperluan.
Pengalaman yang tak terlupakan baginya adalah ketika ia mampu menciptakan gerakan tari yang orisinal dan menarik, kemudian menampilkannya di berbagai tempat. "Ada kepuasan batin yang luar biasa saat melihat hasil karya yang diapresiasi penonton," ungkap Vira.
Seperti profesi lainnya, menjadi pelatih tari juga memiliki suka dan duka. Suka yang paling ia rasakan adalah kepuasan batin, apresiasi dari penonton, dan kesempatan untuk melestarikan budaya bangsa. Di sisi lain, duka yang ia hadapi meliputi tantangan fisik dan mental yang tidak mudah, serta terkadang kurangnya pengakuan atau apresiasi dari masyarakat terhadap profesi ini.
Meski demikian, Vira tak patah semangat. Ia terus berkarya dan membimbing anak didiknya, yang terbukti membuahkan hasil membanggakan. Salah satu prestasinya adalah saat ia menjadi pembina Juara 3 Koreografi Tari Kreasi Tradisional di Hollywood Surabaya. Tak hanya itu, ia juga berhasil membimbing siswanya meraih Juara 1 FLS2N Cabang Seni Tari UPT SMPN 16 Gresik pada tahun 2021.
Melalui profil ini, Vira memiliki pesan penting bagi pembaca. Ia menekankan pentingnya seni tari sebagai warisan budaya yang harus terus dilestarikan. Upaya berkelanjutan dan kerja sama dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar seni tari tradisional Indonesia dapat terus lestari dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya bangsa.
"Profesi penari bukan hanya sekadar seni, tetapi juga membutuhkan kerja keras, dedikasi, dan pemahaman yang mendalam tentang seni tari," pungkas Vira. (rir/han)
Editor : Hany Akasah