RADAR GRESIK - Fatwa Amalia adalah salah satu perwakilan seniman Gresik memeriahkan Pemeran Lingkar Bermain yang digelar oleh Serbuk Kayu berlokasi di Rumah Seni Pecantingan, Sidoarjo pada tanggal 14 hingga 20 September 2024.
Fatwa Amalia merupakan guru, ilustrator, dan penulis lagu anak mengikuti Pameran Lingkar Bermain digelar dalam rangka program pameran pendidikan. Menurut Fatwa Amalia, kegiatan tersebut menjadi kesempatan para seniman untuk berbagi cerita, pengetahuan, dan kreativitas tentang bagaimana belajar dengan menyenangkan.
Pameran itu menghadirkan berbagai bentuk karya seni, aktivasi ruang belajar (instalasi kelas dan performance lecture), presentasi (film dan dokumentasi), performance (musik, teater, dan tari). Dalam kegiatan tersebut terdapat berbagai forum diskusi dan lokakarya bersama seniman. Pameran ini menjadi puncak evaluasi dari upaya pengembangan "Visualisasi Belajar" dalam sebuah perayaan dan kolaborasi yang menginspirasi.
Sebanyak 15 seniman menjadi peserta. Mereka berasal dari Gresik, Sidoarjo, Malang, Tuban, Mojokerto, Lamongan, dan Madura. Dalam kesempatan ini Fatwa membeberkan karya seninya berupa media pembelajaran, animasi lagu dan puzzle "Jaga Diriku".
Fatwa mengaku banyaknya kasus anak di bawah umur yang melakukan kekerasan seksual hingga kriminalitas menjadi hal yang disorot. Diungkapkannya bahwa mengajarkan anak mengenal tubuhnya, consent, dan menghargai batasan orang lain menjadi hal wajib yang perlu dilakukan saat ini.
"Pembentukan karakter dan pemahaman anak-anak mengenai tubuh mereka, consent, kesehatan reproduksi, serta hubungan interpersonal menjadi sangat penting," tuturnya.
Fatwa merupakan pendiri Komik Perempuan, yakni komik yang menyuarakan pendidikan seksual dan perdamaian. Bersama kelompok musik Ibu Sud Hari Ini, Fatwa mengemas pendidikan seksual lewat lagu anak dan animasi yang menarik.
"Tujuan saya membuat karya Jaga Diriku ya untuk mengajak anak-anak, orang tua, guru, dan seluruh masyarakat mencegah kekerasan dan pelecehan seksual. Sebelumnya di bulan Agustus kemarin, Ibu Sud Hari Ini juga merilis lagu beda itu biasa. Lagu ini merespon perundungan yg marak terjadi dan menegaskan perbedaan bukan masalah," tutur Fatwa.
Motivasi Fatwa Amalia berawal dari kesadaran bahwa mengajar adalah hal yang sulit karena perlu mengkaryakan seluruh tubuh. Meski gaji guru kecil, tapi kedekatannya dengan anak-anak menggerakkan hatinya untuk terus mengampanyekan pendidikan seksual lewat seni. Kasus pelecehan, kekerasan seksual, hingga pembunuhan dengan korban dan pelaku yang sama-sama masih anak. Harus menjadi perhatian seluruh masyarakat.
"Hali ini yang menjadi alasan kuat bagi saya untuk terus berkarya menggunakan media apapun dan mengembalikannya kepada anak-anak," ujarnya.
Fatwa Amelia berharap kedepannya anak-anak memahami dan menghargai tubuh mereka. Selain itu, melalui karya itu bisa menurunkan angka perundungan, pelecehan dan kekerasan. Menurutnya pendidikan seksual menjadi pelajaran yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
“Lagu-lagu anak yang diproduksi bersama Ibu Sud Hari Ini berjudul Beda Itu Biasa dan lagu Jaga Diriku bisa dinikmati di kanal Youtube dan seluruh platform music,” katanya. (rir/han)
Editor : Hany Akasah