Ibu tiga anak itu menuturkan tidak jarang mendapat konsumen yang akan menjual perhiasan yang dijadikan mahar pernikahan. Tidak bermaksud kepo, biasanya Komang akan menanyakan kenapa perhiasan itu dijual.
"Saya bisa membaca raut wajah seseorang yang sedang memiliki problem. Biasanya intuisi saya secara alamiah mendorong untuk menanyakan alasan kenapa perhiasannya dijual," ujarnya.
Tidak jarang, ada konsumen yang menutupi latar belakang kenapa sebuah perhiasan dijual. Namun tidak sedikit pula yang langsung menceritakan problem yang dihadapi. Nah biasanya Komang memberikan banyak saran dan masukan bak layaknya seorang psikolog yang menghadapi pasiennya.
"Selama berkarir mungkin sudah belasan kali membuat orang tidak jadi bercerai. Saya anggap hal itu sebagai dari nilai ibadah dalam berkerja," tandasnya. (fir/han)
Editor : Hany Akasah