Menurut pria 53 tahun ini, pendidikan karakter seperti religius, nasionalis, gotong royong, integritas, dan mandiri harus menjadi karakter generasi muda. "Berbagai pembiasaan juga sangat dibutuhkan dalam menumbuhkan semangat berperilaku positif dan berbudi pekerti luhur, itu juga menjadi salah satu program saya," tutur Afandi.
Melalui integrasi pendidikan karakter dan pembiasaan, Afandi berharap dapat terwujud peserta didik yang agamis dan terciptanya lingkungan masyarakat berbudaya luhur. "Tak dapat dipungkiri melalui generasi muda yang berbudi luhur. Ke depannya akan menjadi cikal bakal terwujudnya pemerintahan daerah yang berwibawa dan bersih," pungkasnya. (rir/han) Editor : Hany Akasah