“Beberapa tahun lalu saya sudah ditawari pindah ke SMP YPI Darussalam ini, tapi waktu itu berat dengan sekolah sebelumnya, namun setelah estafet kepemimpinan harus berjalan, maka saya putuskan untuk pindah,” kata Harianto.
Baginya, kembali memimpin sekolah di kampung halamannya menjadi tantangan tersendiri.
“SDM dan program harus bisa disinergikan,” kata mantan alumnus Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci tersebut.
Ia pun langsung bekerja dan membuat motto baru untuk SMP YPI Darussalam yakni Sekolah Berbasis Alquran dan Pondok Pesantren. Konsep tersebut dibuat supaya para remaja tetap memiliki nilai ke-Islaman yang kuat meski lingkungan modern dan serba teknologi.
“Saya punya target sekolah swasta di kecamatan ini bisa maju seperti sekolah di perkotaan, namun tetap mempertahankan budaya dan tradisi agamanya,” kata bapak dua anak tersebut. (rir/han) Editor : Hany Akasah