Dalam pengelolaan sampah non organik seperti plastik, minyak jelantah dan lain sebagainya, Fitriah melakukan proses daur ulang. Seperti menyulapnya menjadi berbagai kerajinan tangan dan dijual di luar kota. Minyak jelantah pun pernah dikemas menjadi sabun dan minyak wangi. Namun, bukan Fitri kalau puas dengan karya dan inovasi tersebut. Kini, ibu dua anak itu mengembangkan pengelolaan sampah organik dengan eco enzim. Hasilnya pun bisa diterima oleh masyarakat Gresik.
Banyak bank sampah Gresik yang mengikuti jejaknya. “Pengelolaan sampah non organik pernah saya lakukan melalui lele maupun eco enzim, namun kali ini saya mencoba dengan maggot BSF,” kata perempuan yang juga ketua Paguyuban Maggot Gresik tersebut.
Bagi dia, pengelolaan sampah organik melalui maggot bakal banyak menghasilkan karena lava maggot bisa dijual dan bisa digunakan lagi sebagai pupuk organik tanaman. (rir/han) Editor : Hany Akasah