Ekonomi & Bisnis Features Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kota Gresik Lifestyle Moncer Seru Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro Politika Sosial Sport & Health

Sambut Lailatul Qadar, Majelis Ta’lim Roudlotul Abror Gresik Perkuat Spiritual di 10 Malam Terakhir Ramadan

Yudhi Dwi Anggoro • 2026-03-17 06:17:20
Majelis Ta’lim Roudlotul Abror yang dipimpin oleh KH. M. Anshori kembali menggelar agenda rutin tahunan.
Majelis Ta’lim Roudlotul Abror yang dipimpin oleh KH. M. Anshori kembali menggelar agenda rutin tahunan.

RADAR GRESIK – Memasuki fase akhir bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Majelis Ta’lim Roudlotul Abror yang dipimpin oleh KH. M. Anshori kembali menggelar agenda rutin tahunan untuk memperdalam pemahaman agama.

Kegiatan kajian keagamaan yang memfokuskan pada keutamaan 10 malam terakhir Ramadan ini dilaksanakan di Musholla Malik Ibrahim, Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik.

Diikuti oleh sekitar 40 jemaah yang hadir dengan khusyuk, acara ini menjadi wadah penguatan spiritual agar umat Muslim dapat memaksimalkan ibadah di penghujung bulan suci. Tujuannya jelas, yakni mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menyambut datangnya malam Lailatul Qadar yang dinanti-nantikan.

Baca Juga: Rekor Baru di Bandar Grissee: Bandeng Kawak 19 Kilogram Milik Petambak Pangkahwetan Terjual Rp 50 Juta

Hadir sebagai pemateri, Pimpinan Jama'ah Khotmil Qur'an Bil Ghaib An-Nuriyah, Muhammad Mustaqim, atau yang akrab disapa Gus Takim. Dalam tausiyahnya, cicit dari ulama kharismatik KH. Muchtar Djamil ini menekankan bahwa 10 malam terakhir adalah waktu istimewa untuk melakukan transformasi spiritual di tengah kesibukan masyarakat mempersiapkan hari raya.

“Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah momentum penting bagi umat Islam untuk bertobat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang menjadi hadiah dan kejutan dari Allah bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah,” ujar Gus Takim pada Minggu (15/3).

Baca Juga: Rayakan Identitas Kota Pudak, Pemkab Gresik Gelar Kirab Budaya Warisan Budaya Tak Benda

Lebih lanjut, Gus Takim mengajak para jemaah untuk memperbanyak amalan utama seperti membaca Al-Qur’an, mendirikan salat malam (Qiyamul Lail), serta melantunkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”, yang memohon ampunan kepada Zat yang Maha Pemaaf.

Dalam kajian tersebut, Gus Takim juga memaparkan berbagai kemuliaan Ramadan yang dikenal melalui berbagai sebutan dalam Islam. Mulai dari Syahrul Shiyam (bulan puasa), Syahrul Qur’an (bulan turunnya Al-Qur’an), hingga Syahrul Mubarok yang berarti bulan penuh keberkahan.

Ia menambahkan bahwa Ramadan juga merupakan Syahrul Ghufron atau bulan ampunan, serta Syahrut Tarbiyah yang berfungsi sebagai madrasah pendidikan spiritual bagi umat. Melalui pemahaman akan berbagai dimensi Ramadan ini, jemaah diharapkan tidak kehilangan fokus pada ibadah meski hari raya Idul Fitri sudah semakin dekat.

Baca Juga: Pacu Semangat Peternak Balongpanggang Gresik, Babinsa Berikan Pendampingan Guna Penuhi Kebutuhan Daging di Bulan Ramadan

“Melalui kegiatan ini, jemaah diharapkan dapat memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan lebih khusyuk dalam beribadah serta memperkuat keimanan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” pungkas Gus Takim menutup tausiyahnya. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
#gresik #lailatul qadar #Ramadan #manyar #Jamaah