RADAR GRESIK – Aston Gresik Hotel & Conference Center sukses menggelar acara bertajuk "Enchanted Halloween Dinner", menghadirkan nuansa seram penuh misteri di area Poolside dan Manggar Lounge & Bar.
Acara ini diklaim menjadi yang pertama dengan konsep dining entertainment bertema Halloween yang diselenggarakan hotel di Gresik.
Seluruh peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengenakan kostum terbaik bertema hantu yang menyeramkan, mulai dari drakula, mumi, hingga karakter horor lainnya.
Pengunjung tidak hanya menikmati suasana tematik yang unik, tetapi juga dimanjakan dengan berbagai aktivitas seru.
Beberapa di antaranya adalah face painting, temporary tattoo, DIY booth, serta photobooth tematik yang hasil fotonya bisa langsung dibawa pulang sebagai suvenir.
General Manager Aston Gresik Hotel & Conference Center, S. Paminta Nugraha, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat Gresik sekaligus memperkenalkan konsep hiburan kuliner yang belum pernah ada sebelumnya.
“Antusiasme masyarakat juga cukup terlihat dalam tren ini. Tak hanya terpukau, mereka juga menikmati pengalaman Halloween Dinner pertama di Gresik oleh Hotel Aston, membuka babak baru dalam tren hiburan dan kuliner di kota industri,” kata Paminta.
Acara ini menyajikan berbagai hidangan spesial, mulai dari buffet dengan menu pilihan yang beragam hingga sajian barbeque lezat yang menggugah selera.
Dibuka dengan penampilan spesial dari Sanggar Tari Wikus, suasana kemudian dilanjutkan dengan lantunan live music dari Kastokustik yang menambah kehangatan dan keakraban di antara para tamu.
Keseruan semakin lengkap dengan beragam doorprize menarik dan penghargaan khusus bagi dua tamu yang dinobatkan sebagai pemenang kostum terbaik, yang masing-masing berhak mendapatkan voucher menginap di hotel di Kota Batu.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat posisi Aston Gresik sebagai hotel pilihan utama untuk menikmati pengalaman kuliner dan hiburan yang berbeda,” pungkas Paminta. (jar/han)
Editor : Hany Akasah