Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Peringati HUT RI ke-80 dengan Lomba Tumpeng Kreasi Bergizi, Bukti Nyata Peran PKK Betoyoguci Turunkan Stunting di Gresik

Riri Masfardian • Kamis, 14 Agustus 2025 | 21:28 WIB
EDUKASI GIZI : Kreativitas ibu-ibu PKK Desa Betoyoguci, Lewat Lomba Tumpeng Kreasi Bergizi, mereka membuktikan bahwa makanan sehat itu bisa lezat, menarik, dan mudah dibuat.
EDUKASI GIZI : Kreativitas ibu-ibu PKK Desa Betoyoguci, Lewat Lomba Tumpeng Kreasi Bergizi, mereka membuktikan bahwa makanan sehat itu bisa lezat, menarik, dan mudah dibuat.

RADAR GRESIK - TP PKK Desa Betoyoguci, Kecamatan Manyar, Gresik, menyelenggarakan Lomba Tumpeng Kreasi Bergizi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lomba ini diikuti oleh ibu-ibu PKK yang merupakan perwakilan dari masing-masing RW. Mereka menyajikan tumpeng dengan berbagai menu sehat dan menarik, yang kemudian dihias sedemikian rupa. Terdapat lima peserta yang menampilkan menu-menu berbeda, mulai dari menu untuk lansia, balita, hingga makanan khusus untuk ibu hamil dan pencegahan stunting.

Para peserta berkreasi dengan mengolah bahan-bahan yang mudah dijangkau tetapi kaya gizi, seperti nugget ikan bandeng, sayur sawi, nasi, serta polo pendem yang dibuat khusus untuk lansia. Selain itu, ada juga makanan menarik yang disiapkan khusus untuk balita. Pemenang lomba akan diumumkan pada 17 Agustus 2025.

Ketua TP PKK Desa Betoyoguci, Ning Arifah, menjelaskan bahwa lomba ini merupakan kegiatan rutin tahunan. “Tahun ini, tema yang kami angkat adalah makanan bergizi. Kami berharap para ibu PKK bisa memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar rumah, seperti sayuran di pekarangan, untuk diolah menjadi makanan sehat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ning Arifah menambahkan bahwa setiap peserta juga menjelaskan cara mengolah menu makanan sehat tersebut kepada ibu-ibu PKK lainnya. Hal ini bertujuan agar ilmu yang didapat tidak hanya berhenti pada lomba, tetapi juga dapat dipraktikkan langsung di rumah. "Kami juga menjelaskan bagaimana mengolah makanan agar bergizi dan disukai anak-anak. Ini menjadi pengetahuan baru bagi peserta,” tambahnya.

Ning Arifah berharap lomba ini dapat menjadi pengetahuan baru bagi ibu-ibu PKK, serta turut serta dalam upaya menurunkan angka stunting di Desa Betoyoguci. “Ada 10 kasus stunting di desa ini. Kami berharap menu-menu kreasi ini bisa menjadi referensi untuk program makanan tambahan di desa,” ungkapnya.

Kepala Desa Betoyoguci, Muhammad Suhel, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh TP PKK. "Lomba ini diharapkan membuat ibu-ibu semakin mengerti pentingnya makanan bergizi sehingga turut serta menurunkan angka stunting," katanya. Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Betoyoguci telah melakukan berbagai upaya, termasuk menggandeng ahli gizi dari Puskesmas Sembayat untuk program makanan tambahan di posyandu. "Alhamdulillah, makanan yang kami siapkan sudah berdasarkan konsultasi dengan ahli gizi," pungkasnya. (rir/han)

Editor : Hany Akasah
#lomba #tumpeng #Stunting #Betoyoguci #kemerdekaan republik indonesia #gizi #PKK