RADAR GRESIK – Usianya baru enam tahun lebih sembilan bulan, namun namanya sudah mencuri perhatian di jagat seni rupa Gresik. Dia adalah Azzahra Adiva Myesha Khairunnisa, seniman cilik yang baru saja menggelar pameran tunggal perdananya bertajuk "Ekspresi Imajinasi". Pameran ini bukan sekadar unjuk bakat, melainkan sebuah pernyataan kuat bahwa dunia imajinasi anak-anak adalah harta tak ternilai yang tak boleh diremehkan.
Deretan lukisan penuh warna dan ekspresif memenuhi ruang pameran. Bukan dari tangan pelukis berpengalaman, melainkan buah karya Azzahra, yang dengan berani menuangkan isi pikirannya di atas kanvas-kanvas besar. Goresan cat akrilik dan spidol menjadi medium Azzahra "berbicara" kepada dunia, sebuah keberanian yang langka ditemukan pada anak seusianya.
"Sejak kecil dia memang suka menggambar di mana saja. Dinding rumah, lantai, bahkan meja. Dulu sempat dianggap nakal, tapi ternyata itu ekspresi jujur seorang anak," tutur sang ibu dengan senyum bangga, mengenang masa-masa awal Azzahra menunjukkan bakatnya.
Talenta alami Azzahra mulai diasah di Sanggar Daun sejak November 2024. Hanya dalam kurun waktu 10 bulan, Azzahra telah menghasilkan lebih dari lima karya berukuran di atas 1 meter, serta puluhan lukisan kecil lainnya. Semua karyanya dibuat dengan kombinasi cat akrilik dan spidol, mencerminkan kebebasan berekspresi tanpa tekanan atau paksaan gaya tertentu.
Arik Wartono, pembina utama Sanggar Daun, mengakui keistimewaan Azzahra. "Ketika pertama kali saya minta dia membuat sketsa, saya langsung terkesima. Tangannya punya arah sendiri. Dia tidak meniru gaya siapa pun," ujar Arik, memuji keunikan gaya Azzahra.
Salah satu karya Azzahra yang paling mencuri perhatian adalah “Pagi di Sawah 2024”. Lukisan ini tidak hanya memukau pengunjung pameran, tetapi juga sukses meraih penghargaan Gold Artist dalam ajang Picasso International Art Contest kategori Creative Brilliance 2025 yang digelar Maret lalu. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi anak yang baru saja memasuki usia TK.
Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa dunia anak-anak memiliki kekuatan besar jika diberi ruang dan dukungan yang tepat. Imajinasi mereka, jika diasah sejak dini, dapat menjadi modal berharga.
"Talenta seni seperti Azzahra menunjukkan bahwa ekspresi kreatif anak-anak adalah harta bangsa. Jika diasah sejak dini, bukan tidak mungkin mereka akan membawa harum nama Indonesia di kancah dunia," tutup Arik penuh keyakinan. (jar/han)
Editor : Hany Akasah