Waspada Karisma Palsu Berkedok Agama Demi Poligami, Serial Bidaah Viral di Indonesia, Ini Kisah Sebenarnya
Hany Akasah• Kamis, 10 April 2025 | 19:27 WIB
Film serial Walid yang viral di Indonesia
RADAR GRESIK- Jagat maya Indonesia tengah dihebohkan oleh serial asal Malaysia berjudul "Bidaah". Bukan sekadar tontonan, serial ini menghadirkan sosok Walid Muhammad, pemimpin sekte fiktif "Jihad Ummah" yang diperankan dengan apik oleh aktor kawakan Faizal Hussein, dan sukses membuat penonton merinding sekaligus berpikir kritis.
Karisma memukau dan wibawa yang terpancar dari Walid ternyata hanyalah topeng. Di baliknya, ia menjalankan praktik manipulasi keji dengan memanfaatkan agama sebagai kedok. Retorika manis dan janji-janji surga berhasil membutakan para pengikutnya, menyeret mereka ke dalam tindakan ekstrem yang jauh dari akal sehat.
"Bidaah" membawa kita mengikuti kisah Baiduri, seorang gadis muda yang terpaksa bergabung dengan sekte tersebut atas perintah ibunya. Awalnya polos mengikuti ajaran Walid, Baiduri perlahan mulai mencium kejanggalan dan penyimpangan dalam kelompok itu. Inilah titik balik cerita, di mana Baiduri berjuang untuk keluar dan membongkar kebenaran kelam yang selama ini disembunyikan rapat-rapat.
Beberapa adegan dalam serial ini sukses memantik diskusi panas di kalangan warganet. Praktik 'nikah batin' yang diklaim sebagai pernikahan spiritual namun tidak sah secara hukum menjadi sorotan utama. Tak kalah menghebohkan adalah adegan pengikut Walid yang meminum air bekas cucian kakinya dengan harapan mendapatkan berkah. Adegan-adegan ini menjadi simbol betapa berbahayanya penyimpangan agama yang dibungkus dengan kepatuhan buta dan manipulasi psikologis.
Faizal Hussein sendiri mengakui bahwa memerankan Walid adalah tantangan besar. Ia berusaha mendalami karakter untuk menampilkan sisi manipulatif namun tetap memikat dari seorang pemimpin sesat. "Saya tahu karakter ini akan memancing reaksi beragam. Tapi kami ingin menyampaikan pesan bahwa penyalahgunaan ajaran agama bisa terjadi jika masyarakat tidak dibekali pemahaman yang benar," ungkap Faizal dalam sebuah wawancara.
Popularitas "Bidaah" tak hanya merambah layar kaca, namun juga platform seperti TikTok. Kutipan-kutipan dialog dan adegan-adegan Walid menjadi viral, bahkan memunculkan berbagai konten parodi dan reaksi. Fenomena ini membuktikan betapa kuatnya isu yang diangkat serial ini dan relevansinya dengan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Sejumlah psikolog dan tokoh agama turut memberikan pandangan mereka terkait fenomena "Bidaah". Mereka sepakat bahwa serial ini adalah peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mudah terpedaya oleh sosok pemimpin yang hanya menampilkan kesalehan di permukaan, namun menyimpan agenda tersembunyi. Literasi agama yang kuat dan kemampuan berpikir kritis menjadi benteng utama agar tidak mudah terjerumus dalam ajaran sesat.
Melalui karakter Walid yang karismatik namun penuh kepalsuan, "Bidaah" mengajak penonton untuk merenungkan bahaya fanatisme buta. Serial ini adalah seruan untuk lebih waspada terhadap penyalahgunaan agama oleh individu-individu yang haus kekuasaan.
Keimanan sejati harus berjalan beriringan dengan ilmu pengetahuan, dan kepatuhan harus didasari oleh kesadaran yang matang. Dengan begitu, agama akan tetap menjadi suluh yang menerangi, bukan alat yang menyesatkan.(han)