RADAR GRESIK - Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik menggelar sosialisasi pengolahan sampah organik. Kegiatan bertajuk Asta Pesantren tersebut digelar di pondok pesantren Qomaruddin, Bungah pada Selasa (25/2).
Ratusan santri Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah, Gresik, antusias mengikuti kegiatan tersebut. Acara tersebut juga dihadiri oleh jajaran pengurus pesantren. Selain memperingati Hari Peduli Sampah Nasional kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran santri tentang pentingnya mengelola sampah organik agar lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, DLH menghadirkan narasumber yang kompeten dalam bidangnya. Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan berbagai metode pengolahan sampah organik, seperti pengomposan dan budidaya maggot, yang dapat diterapkan di lingkungan pesantren untuk mengurangi limbah serta menciptakan manfaat ekonomi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah sangat mengapresiasi antusiasme para santri Pondok Pesantren Qomaruddin dalam mengikuti sosialisasi pengolahan sampah organik ini.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan sejak dini. Kami berharap, melalui kegiatan 'Asta Pesantren' ini, para santri dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga lingkungan, dimulai dari lingkungan pesantren mereka sendiri,"terangnya.
Salah satu narasumber sosialisasi, Tatik memaparkan bahwa sampah bukan hanya sekadar limbah yang harus dibuang, tetapi juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.
“Sampah bukan hanya menjadi sumber masalah, tetapi memiliki banyak manfaat. Banyak sampah yang dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” ujarnya di hadapan para santri.
Para santri di ponpes Qomaruddin dibekali cara memilah sampah, mengolah sisa makanan, dan memanfaatkan maggot sebagai metode penguraian alami. Para santri tampak antusias mengikuti setiap tahap pelatihan dengan harapan dapat menerapkan ilmu ini di lingkungan pesantren.
Perlu diketahui, sebelumnya sampah di pesantren biasanya langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa ada pengelolaan lebih lanjut. Namun, setelah mengikuti sosialisasi ini, para santri dapat lebih sadar dan mulai mengelola sampah dengan baik.
Baca Juga: DLH Gresik Gelar Aksi Bersih Pantai Kelurahan Lumpur Peringati HPSN 2025
Dengan adanya sosialisasi ini, Pondok Pesantren Qomaruddin diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Implementasi sistem pemilahan dan pengolahan sampah organik di lingkungan pesantren dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan budaya peduli lingkungan di kalangan santri serta mendorong pesantren untuk lebih mandiri dalam mengelola limbah. (lid/rir)
Editor : Hany Akasah