RADAR GRESIK - Bagi para pecinta kuliner yang selalu mencari sensasi rasa baru, Pulau Bawean yang berada di kabupaten Gresik, Jawa Timur menawarkan hidangan istimewa yang jarang diketahui orang yaitu Tongkol Rempa Tiga.
Sesuai dengan namanya, hidangan ini memadukan tiga rasa yang berbeda yaitu asam, pedas, dan manis yang bercampur dalam satu masakan sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang unik dan menggoda selera.
Sumiati, seorang warga Bawean yang menjual kuliner Tongkol Rempa Tiga, mengungkapkan keunikan hidangan ini.
"Jarang ada yang tahu jika pulau Bawean memiliki kuliner tongkol rempa tiga. Disebut rempa tiga dikarenakan ada tiga rasa khas dari kuliner ini yakni asam, pedas dan manis yang semua tercampur dalam satu masakan." jelas Sumiati.
Proses pembuatan Tongkol Rempa Tiga terbilang cukup mudah dan Bahan-bahannya pun sederhana.
"Untuk membuat bumbunya, cukup siapkan bawang merah dan cabai yang dibakar terlebih dahulu, sementara untuk kemirinya di sangrai dan semua bumbu ini kemudian di tumis sampai harum," jelas Sumiati.
Langkah pertama dalam membuat Tongkol Rempa Tiga adalah menyiapkan ikan tongkolnya.
"Sebelum dimasak, ikan tongkol dipotong dengan ketebalan 1 Cm," ujar Sumiati.
Selanjutnya, ikan tongkol tersebut dilumuri dengan air jeruk nipis dan didiamkan selama 10 menit agar meresap. Sementara itu, siapkan bahan lainnya untuk membuat bumbu halus yang Terdiri dari bawang merah, cabai merah keriting, cabai rawit merah, kunyit, jahe, dan kemiri. Bumbu-bumbu ini kemudian dihaluskan dan ditumis hingga harum.
"Setelah bumbu halusnya harum, barulah masukkan ikan tongkol dan dimasak sampai matang. Agar rasanya semakin enak jangan lupa menambahkan air asam Jawa" Ujar Sumiati.
Baca Juga: Bubur Waduk, Kuliner Legendaris Trate Gresik yang Hanya Hadir di Bulan Ramadan
Tongkol Rempa Tiga biasanya disajikan dengan nasi putih hangat dan bisa dinikmati bersama keluarga atau teman. Rasanya yang unik dan kaya akan rempah-rempah dijamin akan membuat Anda ketagihan dan ingin terus mencicipinya.
"Ikan tongkol rempa tiga selain kaya rasa juga mempunyai kandungan protein yang tinggi. Biasanya warga di Pulau Bawean menjadikan kuliner ini sebagai santapan sarapan pagi." Ucap Sumiati. (Jel/Han)
Editor : Hany Akasah