RADAR GRESIK - Bagi masyarakat Kelurahan Trate, Gresik, bulan Ramadan bukan hanya identik dengan ibadah dan amalan spiritual, tetapi juga momen spesial untuk menikmati kuliner khas yang langka, yaitu Bubur Waduk.
Bubur Waduk merupakan hidangan legendaris yang hanya tersedia di bulan Ramadan. Kuliner ini merupakan perpaduan antara bubur putih dan kuah santan yang kaya akan bumbu rempah, menghasilkan cita rasa gurih, asin, dan pedas yang menggugah selera.
Selamet, salah satu penjual Bubur Waduk di Trate, meneruskan tradisi turun-temurun dari sang ibu yang telah menjajakan hidangan ini sejak tahun 80-an. Diungkapkannya proses pembuatan bubur waduk membutuhkan waktu hampir dua jam, mulai dari mengolah bubur hingga meracik kuah santan dengan berbagai bumbu rempah.
"Keunikan Bubur Waduk tidak hanya terletak pada rasa dan kelangkaannya, tetapi juga pada bahan-bahan yang digunakan. Bubur ini dilengkapi dengan parutan kelapa muda, cecek, tempe, tahu, dan udang, menjadikannya hidangan istimewa yang dinanti-nanti masyarakat Trate di bulan Ramadan," terang Selamet.
Istri Pak Selamet, yang juga turut berjualan Bubur Waduk, menegaskan bahwa hidangan ini hanya tersedia selama bulan Ramadan.
"Proses pembuatannya rumit dan membutuhkan ketepatan, mulai dari cara memasak, mengulek bumbu, hingga pemilihan bahan-bahan," tuturnya.
Bagi masyarakat Trate, Bubur Waduk bukan hanya sekedar hidangan berbuka puasa, tetapi juga simbol tradisi dan kebersamaan yang diwariskan turun-temurun. Kehadirannya di bulan Ramadan menjadi momen spesial untuk berkumpul dan menikmati kelezatan kuliner khas yang tak terlupakan.
Editor : Hany Akasah