GRESIK- Akhir pekan lalu Desa Randuboto Kecamatan Sidayu melaunching wisata yang belum pernah ada di Gresik. Nama wisatanya Amazon Van Java yang merupakan wisata susur sungai Bengawan Solo dengan mini Ferry.
Menariknya kapal Fery yang digunakan sebagai wisata tersebut bernilai fantastis yakni Rp 1 miliar yang diharapkan memiliki fungsi ganda selain sebagai destinasi wisata juga bermanfaat untuk moda transportasi penyebrangan.
Kepala Desa Randuboto Andhi Sulandra mengatakan, kapal bernama Mini Ferry Amazon Van Java itu menjadi salah satu inovasi yang dilakukan Pemdes Randuboto guna mendukung program Dana Alokasi Khusus (DAK) Integrasi senilai Rp 14 Miliar.
“Pendanaan awal Kapal berukuran 8,4 X 30 meter ini berasal dari hutang Bumdesma Sidayu Rp 500 juta, hingga menghabiskan dana sekitar Rp 1 Miliar demi mempermudah dan efisiensi mobilisasi penyeberangan program DAK Integrasi Pemerintah Pusat,” kata dia.
Kapal yang baru diuji coba itu sudah memiliki izin layar dari Kementrian Perhubungan. Dengan cakupan maksimum beban hingga 50 ton. Meskipun dalam gasil uji coba perlu ada evaluasi untuk kemudi dan baling baling, karena masih belum mengatasi angin yang kencang.
"Kami berharap Mini Ferry bisa menjadi penghubung antara Dusun Tanjungsari dan Ujungtimur, yang terisolir oleh Sungai Bengawan Solo," imbuhnya.
Setelah seberang kawasan tertata rapi, Nantinya, kapal diharapkan berkontribusi terhadap pendapatan asli desa (PADes).
“Karena ini sebagai akses, harapannya mobil bisa disebrangkan dengan tarif tertentu dan menjadi sumber PADes. Target kita modal Rp 1 Miliar bisa krmbali hanya dalam kurun waktu setahun,” pungkasnya. (fir/han)
Editor : Hany Akasah