GRESIK - Pemotongan hewan kurban merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setelah pelaksanaan Salat Idul Adha. Begitupun dengan apa yang dilakukan masjid Nurul Jannah PT Petrokimia Gresik kemarin.
Kamis pagi (29/06) sekitar pukul 07.00 WIB berlangsung agenda persiapan pemotongan hewan kurban di halaman masjid Nurul Jannah. Total ada 32 hewan kurban yakni 16 ekor kambing dan 16 ekor sapi yang diterima panitia kurban tahun ini.
Hewan kurban tersebut ada beberapa yang berasal dari Direksi PT Petrokimia Gresik, anak perusahaan dan shohibul qurban jamaah masjid Nurul Jannah.
Serah terima hewan kurban dilakukan oleh ketua takmir masjid Nurul Jannah Widodo Heru S kepada ketua panitia kurban Firmandika Harda dan ditutup dengan doa bersama dipimpin oleh Dr. Taufiqullah Ahmadi yang juga menjadi qhotib Salat Ied lalu dilanjutkan dengan agenda ramah tamah sembari menunggu pihak jagal mempersiapkan proses penyembelihan hewan kurban.
Firmandika Harda selaku Ketua panitia kurban mengatakan distribusi daging kurban kali ini sudah tidak seperti dulu.
"Dulu menggunakan sistem kupon untuk pendistribusian daging. Akan tetapi sejak pandemi masjid Nurul Janmah mencoba membuat skema baru yang lebih efisien. Pendistribusian daging memang kita fokuskan untuk masyarakat disekitar masjid dan juga perusahaan,” kata Firmandika.
Selain itu, pihaknya juga membuka permintaan daging jauh - jauh hari sebelum penyembelihan kurban berlangsung. Sistem seperti ini sangat membantu ketika hari H. Distribusi semakin merata, semua permintaan yang masuk bisa terpenuhi terlebih lagi situasi ditempat pemotongan kurban jadi lebih tertib dan kondusif.
Sebanyak 13 ekor sapi dan 16 ekor kambing dipotong di halaman masjid Nurul Jannah, 3 ekor sapi sisanya didistribusikan langsung ke 3 tempat, salah satunya ke Masjid Kiai Kanjeng di Sidayu.
"Kurang lebih 2.000 kantong daging telah disiapkan untuk tahun ini, sistem pendistribusian yang baru ini ternyata juga bisa mengefisiensikan waktu penyembelihan serta pengemasan" ungkapnya.
Vebi Gustiwan salah satu shohibul kurban mengatakan ini merupakan pengalaman pertama ia berkurban di Masjid Nurul Jannah.
"Saya memilih masjid Nurul Jannah karena dekat dari tempat tinggal. Selain itu juga karena sistemnya mudah, kita hanya perlu mengisi formulir dan ketika hewan kurban kita dikirim, pihak panitia selalu kooperatif memberikan informasi melalui WhatsApp, jadi kami merasa tenang sampai hari pemotongan tiba" ungkapnya.
Ketua Panitia Kurban Firmandika berterimakasih atas kepercayaan shohibul qurban yang mempercayakan hewan kurbannya ke masjid Nurul Jannah.
"Semoga tahun berikutnya mereka masih mempercayakan hewan kurbannya kepada kami, sehingga semakin banyak daging kurban yang bisa kami distribusikan kemasyarakat sekitar serta yang membutuhkan" tutupnya. (mal/han)
Editor : Hany Akasah