Salah satu penjual ikan bandeng asap, Eko Afif Wijaya mengatakan, meski pandemi Covid-19 olahan bandeng asap tanpa duri miliknya tetap berproduksi serta eksis. “Di tengah pandemi seperti ini, kami merambah pasar dengan pemasaran online,” kata Eko. Pemanfaatan pemasaran lewat media sosial (medsos) berdampak cukup signifikan. Hampir setiap hari peminatnya cukup tinggi. Eko menambahkan, dalam pembuatan bandeng, pihaknya memilih bandeng segar hasil budidaya tambak. Sistemanya home industri di Desa Betoyo Kauman Kecamatan Manyar. "Mula- mula ikan bandeng segar dibersihkan sisik dan kotorannya. Kemudian duri bandeng dicabut,"katanya.
Lanjut dia, setelah ikan bandeng di bersih dari duri langsung diberikan bumbu dan dibakar menggunakan arang. Ikan yang matang diberi bumbu rempah- rempah dan sambal khas. Agar tetap diminati pelanggan, pihaknya terus berinovasi dengan mengedepankan kualitas produk sehingga ada sejumlah rasa ikan bandeng asap tanpa duri. Banyak pembeli baik luar maupun dalam kota, yakni Surabaya, Malang dan Jakarta. (jar/han) Editor : Hany Akasah