Kepala Sekolah Muhammad Syarifuddin mengatakan, ekstrakulikuler tersebut bisa memacu krativitas anak didik. “ Selama pandemi dilakukan secara online sehingga bisa mengisi waktu luang disela belajar dan membuat anak didik merasa enjoy, “ terangnya.
Biasanya setiap hari sabtu dilakukan di sekolah secara tatap muka. Meskipun bukan ekstrakulikuler wajib seperti tartil dan pramuka namun antusias siswi terlihat sangat bagus, dilihat dari banyaknya siswi yang mengikuti ekstrakulikuler tersebut.
Pembina Ekstrakurikuler Keputrian Isma Wahyuni mengaku awalnya mengalami kesusahan membimbing di masa pandemi karena tidak bisa secara langsung ketemu dengan siswi. “ Pengalaman membimbing ekstrakurikuler sangat banyak ada seneng dan susahnya ,apalagi kalau mereka bisa membuat dan berhasil syukur Alhamdulillah,” katanya. Ekstrakurikuler keputrian SMP Muallimat NU juga pernah juara lomba kerajinan daur ulang yang diadakan oleh dinas pendidikan sebelum pandemi.(rir/han)
Editor : Hany Akasah