SOSOK Harun Tohir memiliki nilai historis tinggi bagi warga Bawean. Berkat jasanya, Pulau Bawean ikut harum namanya.
Pada moment hari pahlawan ini, puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT ) Raden Santri Bawean menggelar kegiatan napak tilas kediaman pahlawan yang gugur di Singapura itu. Harapannya, bisa meningkatkan rasa nasionalisme para mahasiswa.
Ketua Komisariat PMII STIT Bawean Tabranir Ridho menjelaskan, bersama para anggota mahasiswa, dirinya mengunjungi rumah kelahiran pahlawan nasional (Korps Komando) KKO Harun Tohir untuk melihat langsung sejarah di Pulau Bawean
"Melihat peninggalan pahlawan nasional asal putra daerah itu, yang ini juga sebagian dari pelajaran yang penting bagai regenerasi pulau Bawean, khususnya Mahasiswa di Pulau Bawean," katanya, Senin (10/11).
Ditambahkan Ridho panggilan akrabnya, dalam kunjungan tersebut, mahasiswa juga menyempatkan diri berbincang sejarah dengan salah satu keluarga beliau yang juga masih keponakan dari Harun yakni Muhammad Salim.
"Sambil ngulik Sejarah, serta ngalap barokah di Makam Waliyah Zainab yang berdekatan dengan lokasi rumah Harun Tohir," jelas pria yang kini menjabat kepala desa ini.
Masih menurut Ridho, sosok pahlawan yang dijadikan nama komisariatnya dan terabadikan di nama bandara pulau Bawean, tentunya sangat penting menggali kisah heroik pahlawan ini.
"Untuk menelusuri jejak historis bagi warga Bawean, rasa nasionalis, dan pembela rakyat dari ketertindasan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Diponggo Kecamatan Tambak Pulau Bawean Muhammad Salim menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada teman mahasiswa yang sangat peduli kepada jasa pahlawannya.
"Acara seperti ini harus dilakukan guna menciptakan jiwa muda yang nasionalis dan cinta akan sejarah serta mampu mengenang jasa para pahlawan," kata Salim yang juga keponakan dari pahlawan Harun Tohir. (yud/rof) Editor : Hany Akasah