Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Peringatan Maulid Nabi Warga Bawean Saling Tukar Hadiah

Hany Akasah • Sabtu, 31 Oktober 2020 | 01:53 WIB
MERIAH : Warga Bawean saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan melakukan tukar hadiah.
MERIAH : Warga Bawean saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan melakukan tukar hadiah.
GRESIK - Masyarakat Pulau Bawean memiliki cara tersendiri untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Yakni, dengan bertukar hadiah berupa parcel dengan tetangga sekitarnya. Tradisi tersebut tetap dipertahankan hingga sekarang.

Parcel yang ditukar dengan tetangganya berisi hasil kekayaan bumi yang selama ini dinikmati masyarakat. Parcel tersebut dihiasan bunga dan pernak pernik bewarna warni yang sudah dilengkapi beberapa hidangan makanan dan minuman serta aneka makanan yang bisa dicicipi, serta makanan khas.

Kegiatan tukar hadiah ini berlangsung serentak di Kecamatan Tambak dan Sangkapura selama dua hari mulai kemarin Kamis (28/10) sampai Jumat (30/10). Peringatan tersebut di mulai pagi sampai sore di Masjid dan musala di Pulau Bawean.

Salah satu warga Dusun Naggher  Desa Sukaoneng Siti, 36, mengatakan, perayaan Maulid Nabi di Desanya serentak secara bergantian dua hari, karena di Desanya setiap dusun merayakan Maulid nabi.

"Semua warga disini merasa semangat dalam memperingati moment satu tahun sekali, dan bukti kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Dilanjutakan Siti dalam prosesnya berkat atau bingkisan maulid nabi ada yang ditukar antar warga. Seperti yang ada di Dusun Daun Timur, Kecamatan Sangkapura warga selalu berlomba untuk menghias keranjang semenarik dan sebesar mungkin.  "Semakin besar, semakin bangga kepada berkat molot yang akan disajikan di Masjid," ungkapnya.

Sementara Nusrir salah satu warga lainya mengatakan tidak hanya itu, setelah warga menerima hadiah, warga menikmati hadiah tersebut dengan bepergian ke pantai yang berjarak 1 kilometer dari rumah warga.

"Ini sudah tradisi warga sini, pasti ke laut makan bersama keluarga dan kerabat," ungkapnya.

Dan kebanyakan warga Bawean tidak peduli menguras kantong berapa dalam perayaan Maulid. Namun ada juga yang dibatasi dengan ketentuan nominal atas kesepakatan antar warga di Pulau Bawean. (yud/rof) Editor : Hany Akasah
#Maulid Nabi #Tradisi Bawean #BAWEAN