RADAR GRESIK - Pesatnya pembangunan di Kabupaten Gresik membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain turut memunculkan risiko kemunculan hewan liar di kawasan permukiman. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) mencatat adanya peningkatan jumlah evakuasi hewan liar dari tahun ke tahun.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan darurat call center 112 apabila menghadapi situasi kedaruratan.
“Call center 112 melayani semua jenis kedaruratan, termasuk kecelakaan, kebakaran, perampokan, hingga masalah kesehatan di rumah. Laporan akan diterima dan langsung ditindaklanjuti,” terang dr. Asluchul Alif pada 23 April 2025.
Pemerintah Kabupaten Gresik menghimbau bahwa penggunaan layanan resmi ini penting untuk mencegah risiko apabila penyelamatan dilakukan sendiri tanpa kompetensi maupun tanpa Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar.
Berdasarkan data Damkarla, sepanjang 2023 terdapat 953 kejadian yang ditangani, terdiri dari 520 kasus kebakaran dan 433 tindakan penyelamatan. Angka ini meningkat pada tahun 2024 menjadi 1.039 kejadian, dengan rincian 492 kasus kebakaran dan 547 tindakan penyelamatan. Sementara itu, hingga pertengahan April 2025, Damkarla telah menangani 309 kejadian, terdiri dari 33 kasus pemadaman kebakaran dan 276 tindakan penyelamatan.
Jenis kebakaran yang paling sering terjadi sepanjang 2024 adalah kebakaran lahan terbuka atau ilalang sebanyak 372 kasus. Kebakaran di rumah tercatat 43 kasus, di perusahaan 32 kasus, dan di area home industri sebanyak 20 kasus. Untuk tindakan penyelamatan, evakuasi ular mendominasi dengan total 345 kali, meliputi jenis kobra, piton, serta ular lainnya.
Selain itu, terdapat 70 evakuasi biawak atau buaya, 32 evakuasi kucing dan anjing, serta 28 penyelamatan terkait serangan tawon. Kasus penyelamatan manusia, terutama terkait cincin yang terjebak di jari, tercatat sebanyak 24 kali sepanjang 2024.
Seiring pertumbuhan permukiman yang terus menggerus habitat hewan liar, jumlah evakuasi—terutama ular—diperkirakan akan terus meningkat. Data Damkarla menunjukkan wilayah Kebomas, Driyorejo, Manyar, Menganti, dan Cerme sebagai daerah dengan jumlah evakuasi tertinggi. Bahkan, sejak Januari hingga pertengahan April 2025, lebih dari 158 kali evakuasi ular telah dilakukan.
“Sekarang itu (di) masyarakat tingkat kepercayaannya kepada Damkarla sangat tinggi. Ini patut kita acungi jempol. Ini karena kita menangani dengan hati, dengan tulus,” ujar Suyono, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemkab Gresik.
Melalui langkah-langkah preventif ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap masyarakat lebih waspada dan segera melaporkan situasi darurat agar dapat ditangani secara tepat serta mengurangi potensi risiko yang lebih besar. (han)
Editor : Hany Akasah