RADAR GRESIK – Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kembali dilanda bencana banjir besar yang disebabkan oleh luapan Sungai Bengawan Solo. Banjir yang terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, telah merendam sejumlah rumah warga dan ruas jalan kampung, dengan ketinggian air mencapai setinggi pinggang orang dewasa.
Peristiwa ini menyebabkan gangguan besar pada kehidupan warga dan menimbulkan kerugian material yang signifikan.
Menurut informasi yang dihimpun dari warga setempat, banjir kali ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan hulu Sungai Bengawan Solo. Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan volume air sungai meningkat pesat, sehingga menggenangi wilayah permukiman Desa Bungah sejak pukul 11.00 dini hari. Air yang meluap ini lebih besar dibandingkan dengan banjir yang terjadi sebelumnya, memperburuk kondisi desa yang sudah pernah mengalami banjir beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Sukardi mengatakan, banjir yang cukup parah itu menyebabkan beberapa rumah warga terendam air, mengakibatkan kesulitan bagi penduduk setempat untuk beraktivitas. Bahkan, beberapa ruas jalan kampung terpaksa ditutup untuk sementara waktu demi menjaga keselamatan pengendara. Akses transportasi yang terhambat ini turut memperburuk dampak bencana, karena warga kesulitan untuk melakukan evakuasi maupun mendapatkan bantuan.
Tidak hanya merendam rumah dan jalanan, banjir juga membawa dampak besar pada sektor pertanian. Area persawahan dan ladang yang baru saja ditanami para petani terendam air, menambah kekhawatiran akan kerugian ekonomi yang lebih besar. Sebagian besar petani di Desa Bungah khawatir hasil pertanian mereka akan rusak atau gagal panen akibat rendaman air yang cukup lama. Kerugian ini diperkirakan bisa mencapai angka yang signifikan, mengingat musim panen yang semakin dekat.
Meski demikian, warga Desa Bungah tidak tinggal diam. Gotong-royong antar warga sangat terasa dalam menghadapi musibah ini. Selain itu, pihak pemerintah setempat dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Gresik telah bergerak cepat dengan menurunkan tim untuk membantu warga yang terdampak. Bantuan evakuasi dan logistik pun sedang didistribusikan untuk meringankan beban warga yang terjebak dalam banjir.
Banjir besar yang melanda Desa Bungah ini juga membuka mata banyak pihak tentang perlunya perbaikan sistem mitigasi bencana, terutama terkait pengelolaan aliran Sungai Bengawan Solo dan sistem drainase di kawasan desa. Warga berharap agar pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan. (dyh/han)
Editor : Hany Akasah