Ekonomi & Bisnis Features Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kota Gresik Lifestyle Moncer Seru Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro Politika Sosial Sport & Health

Sejarah Nama Kabupaten Gresik dari Masa ke Masa, Ternyata Pernah Disebut dengan Nama Tandes

Hany Akasah • 2024-04-13 03:39:23
KOTA INDUSTRI: Sejarah nama Kota Gresik dari masa ke masa yang kini terkenal menjadi kota santri.
KOTA INDUSTRI: Sejarah nama Kota Gresik dari masa ke masa yang kini terkenal menjadi kota santri.

RADAR GRESIK-Pada masa Jawa Kuno ada dua sumber tertulis yang bisa dijadikan referensi asal mula nama kota Gresik yaitu Babad Hing Gresik dan Prasasti Karang Bogem. 

Babad Hing Gresik menyebut Gresik dengan “Gerwarasi”. “Dhekahan punika dipun nameni cara Arab: Gerwaras” yang artinya “Pedukuhan itu dinamai dengan bahasa Arab: Gerwarasi. 

Sedangkan Prasasti Karang Bogem (1387 M) sudah menyebutnya secara gamblang dengan nama “Gresik”. “Hana ta kawulaningong saking Gresik…” adalah bagian kalimat pembuka yang terdapat dalam Prasasti Karang Bogem. 

Artinya adalah “Kemudian adalah seorang warga kami berasal dari Gresik” yang membuktikan bahwa nama Gresik sudah ada sejak saat itu. 

Nama lain kabupaten Gresik adalah Tandes, yang terdapat dalam beberapa sastra Jawa Kuno. 

Tandes tertulis dalam inskripsi yang terdapat di makam kompleks makam Bupati Gresik zaman dulu.

Pada periode kolonial, periode awal asal mula nama kota Gresik pada masa kolonial ditandai dengan kedatangan bangsa China di wilayah tersebut. 

Para bangsa China menyebutnya “T’Se T’Sun” atau kampung kotor sebelum akhirnya diganti dengan “T’Sin T’Sun” yang artinya kota baru. Kemunculan nama kota baru karena banyaknya perdagangan yang berpusat

Disebut “T’Se T’sun” karena ketika pertama kali tiba di wilayah Gresik, bangsa China menemukan keadaan kota yang benar-benar jauh dari kemajuan yang sebelumnya pernah dicatat oleh seorang penulis dari Belanda. 

Kemudian ada bangsa Portugis yang menyebut Gresik dengan Gerwarace, Agace, dan Agati jika mengacu pada peta kuno yang dibuat bangsa Portugis pada abad 15.

Bangsa Belanda (VOC) yang datang setelah Portugis menyebutnya Gerrici atau Grissee sesuai dengan buku “Historisch Onderzoek” yang ditulis oleh J.A.B. Wisselius. J.A.B.

Baca Juga: Freeport Segera Beroperasi, Lowongan Kerja PTFI di Smelter Gresik Ditutup Besok, Berikut Posisi yang Diperlukan

 Wisselius juga menuliskan bahwa nama “Gerwarasi” dari Babad Hing Gresik masih dipakai sampai sekitar abad 17.

Bangsa Arab yang datang untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam di Jawa menyebut Gresik dengan “Qorrosyaik”.

Sebenarnya “Qorrosyaik” adalah perintah kapten kapal untuk menancapkan jangkar ketika sampai di pelabuhan. 

Terakhir ada Thomas Stamford Raffles dalam bukunya yang terkenal, “The History of Java” menyebut Gresik dengan sebutan Giri-Gisik yang artinya tanah di tepi laut. 

Hal ini karena Gresik terletak di pesisir timur pantai Jawa. Di luar sebutan dari bangsa-bangsa asing pada masa kolonial beberapa karya sastra asli Indonesia juga bisa menjadi referensi asal mula nama kota Gresik. 

Misalnya saja Serat Centhini pada abad ke 19 menyebutkan “Giri-Gresik”. Lalu ada Solichin Salam, seorang pengarang dan wartawan yang lahir tahun 1933 menyebut Gresik dengan Giri-Isa yang berarti bukit – Raja.

Dari semua perbedaan penyebutan sumber-sumber yang menjadi asal mula nama kota Gresik, sebutan Giri-Gisik akhirnya menjadi yang paling populer di masyarakat. 

Giri yang berarti bukit dan Gisik atau pantai menjadi terkenal karena sesuai dengan ciri geografis Kabupaten Gresik. 

Baca Juga: Hiburan Mengisi Waktu dan Cuti Lebaran 2024, Berikut Rekomendasi Film yang Tayang di Icon Mall dan Gressmall Gresik

Akhirnya Giri-Gisik berubah menjadi Gresik yang dikenal sekarang melalui percakapan sehari-hari masyarakat. 

Kini Gresik terus berkembang menjadi kota Industri. Di tahun 1950-an dibangun perusahaan Semen Gresik, Petrokimia Gresik dan banyak perusahaan industri lainnya.

Kini Gresik menjadi pusat Industri di Jawa Timur dengan keberadaan Freeport yang segera beroperasi pada pertengahan Agustus 2024. (han)

Editor : Hany Akasah
#giri #jawa #gresik #kolonial #nama #Industri #sejarah