Perkuat Layanan Bersih dan Transparan, Rutan Kelas IIB Gresik Jalani Verifikasi APBI Madya

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:27 WIB
VIRTUAL : Kepala Rutan Gresik Dhimas beserta jajaranya menjalani verifikasi lapangan Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Madya secara daring melalui Zoom Meeting. (Foto : Yudhi/Radar Gresik)
VIRTUAL : Kepala Rutan Gresik Dhimas beserta jajaranya menjalani verifikasi lapangan Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Madya secara daring melalui Zoom Meeting. (Foto : Yudhi/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik terus memantapkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Hal ini dibuktikan saat jajaran Rutan Gresik menjalani verifikasi lapangan Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Madya secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (19/10).

Kegiatan evaluasi nasional ini diselenggarakan oleh Tim Penilai Mandiri (TPM) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang melibatkan gabungan unsur Inspektorat Jenderal, Sekretariat Jenderal, serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik di HUT Ke-62, Golkar Gresik Perkuat Konsolidasi dan Bidik 9 Kursi DPRD

Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, memimpin langsung jalannya verifikasi dengan didampingi Tim Zona Integritas (ZI) Rutan Gresik serta perwakilan Tim Evaluator Internal Reformasi Birokrasi Kanwil Ditjenpas Jawa Timur.

Rangkaian penilaian diawali dengan pembukaan dan perkenalan jajaran, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi virtual tour atau tur virtual yang dipandu oleh Fuad Makhmumi Romadhon.

Dalam tur virtual tersebut, petugas memperlihatkan kondisi riil tata ruang, fasilitas publik, hingga sarana prasarana penunjang di Rutan Gresik secara detail.

Baca Juga: Ciptakan Lingkungan Kondusif, Rutan Gresik Tekankan Pentingnya Etika dan Disiplin Warga Binaan

Tim penilai secara cermat memeriksa area luar rutan, penataan area parkir, ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), alur pelayanan masyarakat, hingga fasilitas khusus penunjang bagi penyandang disabilitas. Petugas turut memaparkan mekanisme alur pelayanan yang dirancang ringkas, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa pembangunan budaya integritas di lembaga yang dipimpinnya tidak sekadar berfokus pada pemenuhan kelengkapan dokumen administrasi formal belaka.

"Integritas harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara nyata dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan sekadar komitmen di atas kertas. Nilai tersebut harus tercermin dari sikap, kedisiplinan petugas, serta kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat maupun warga binaan," tegas Dhimas, Senin (19/10).

Baca Juga: Ciptakan Lingkungan Kondusif, Rutan Gresik Tekankan Pentingnya Etika dan Disiplin Warga Binaan

Melalui verifikasi APBI Madya ini, Dhimas berharap Rutan Gresik dapat membuktikan konsistensi dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi penuh pada kebutuhan publik.

"Tak hanya meninjau ketersediaan sarana dan prasarana fisik, tim penilai TPM juga menggelar wawancara interaktif secara acak dengan sejumlah warga binaan. Sesi wawancara ini bertujuan untuk mendalami pengalaman serta mengukur kesesuaian antara komitmen integritas yang dipaparkan manajemen dengan penerapan pelayanan di lapangan," imbuh Dhimas. 

Keikutsertaan Rutan Gresik dalam penilaian APBI Madya ini menjadi pijakan kuat untuk terus mengevaluasi dan membenahi berbagai aspek pelayanan secara berkelanjutan. Langkah ini selaras dengan agenda Pembangunan Zona Integritas (ZI) demi mencegah segala bentuk praktik penyimpangan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
rumah tahanan Rutan gresik bersih Warga Binaan