Perdana di Dunia, Gema Tartil Al-Qur’an Isyarat Teman Tuli PDA Gresik di Panggung MTQ Nasional 2026

Novia Andriyani • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 13:20 WIB
SEJARAH BARU : Didampingi Innik Hikmatin, Aisyah Syerviyah dan M. Rizky Khoyrudin dari Komunitas Al-Qur’an Isyarat PDA Gresik berjuang membawa nama Jawa Timur ke tingkat nasional dengan sambutan hangat Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, keduanya menunjukkan jiwa ksatria yang luar biasa. (IST/ RADAR GRESIK)
SEJARAH BARU : Didampingi Innik Hikmatin, Aisyah Syerviyah dan M. Rizky Khoyrudin dari Komunitas Al-Qur’an Isyarat PDA Gresik berjuang membawa nama Jawa Timur ke tingkat nasional dengan sambutan hangat Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, keduanya menunjukkan jiwa ksatria yang luar biasa. (IST/ RADAR GRESIK)

RADAR GRESIK - Senin (14/9/2026) menjadi catatan bersejarah bagi kafilah Gresik, Jawa Timur.

Komunitas Al-Qur’an Isyarat Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik mengantarkan dua perwakilannya, Aisyah Syerviyah dan M. Rizky Khoyrudin, menuju kancah nasional dalam ajang MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang.

Menariknya, ajang ini mencetak sejarah perdana di dunia dengan membuka ekshibisi Cabang Tartil Al-Qur’an Isyarat bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW).

Sebelum melangkah ke tingkat nasional, kedua peserta yang merupakan juara MTQ ke-5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Tahun 2025 ini telah digembleng melalui lima sesi latihan intensif.

Latihan ini ditujukan untuk menghafal isyarat sesuai daftar 15 maqro’ sekaligus memenuhi syarat administratif berupa rekomendasi Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI).

Baca Juga: Momen Khidmat Milad ke-109 'Aisyiyah Gresik, Lantunan Ayat Suci dan Ngaji Isyarat yang Menyentuh Hati

Merasakan kelancaran dalam proses persiapan tersebut, Innik Hikmatin selaku Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik yang juga sebagai pendamping kafilah bersyukur dan mengungkapkan bahwa ini suatu anugerah dan keajaiban Allah yang memudahkan semuanya dalam pemenuhan persyaratan mengikuti MTQ bagi Penyandang Disabilitas Sensori Rungu Wicara.

Perjalanan menuju Semarang nyatanya diwarnai insiden yang tak terlupakan. Mobil rombongan sempat mengalami pecah ban hingga menabrak pembatas jalan, padahal mereka dijadwalkan bertemu Wakil Bupati Gresik sebelum menuju Stasiun Pasar Turi.

Berkat kesigapan Innik yang mencari kendaraan pengganti, rombongan yang terdiri dari dua peserta dan dua pendamping ini akhirnya tiba tepat waktu di kantor bupati.

Kehadiran mereka disambut hangat oleh Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, yang juga mengapresiasi dukungan PDA Gresik terhadap Perda No. 7 Tahun 2026 tentang Penyandang Disabilitas.

Melepas keberangkatan kafilah, Wakil Bupati memuji dedikasi tim dengan mengatakan.

 “Alhamdulillah, top Bu Innik, sudah sampai sejauh ini perjalanan Bu Innik membersamai para disabilitas untuk cinta Al-Qur’an. Terima kasih, selamat dan sukses kafilah Gresik Jawa Timur di kancah Ekshibisi MTQ Nasional ke-XXXI Cabang Tartil Al-Qur’an Golongan PDSRW Tuli di Semarang, Jawa Tengah.” ujar dr. Alif sapaan akrab Wakil Bupati Gresik.

Baca Juga: Kiprah 'Aisyiyah Gresik, Meneladani Semangat Kartini dalam Dakwah Melintasi Zaman

Setibanya di Semarang pada Selasa (15/9), suasana haru nan hangat mewarnai pembukaan MTQ di Hotel MS Setos.

Pertemuan ini seolah menjadi ajang reuni bagi tim penyusun mushaf Al-Qur’an Isyarat dari berbagai provinsi yang saling menyapa sapa lewat jemari penuh kasih sayang.

Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa penyusunan mushaf isyarat adalah jawaban atas keresahan penyandang disabilitas rungu wicara yang membutuhkan standarisasi mushaf.

 “Maka dari itu, kegiatan MTQ ini juga merupakan bentuk motivasi, aktualisasi, serta sebagai evaluasi dari proses pembelajaran mushaf Al-Qur’an Isyarat secara menyeluruh,” tegas Mukhlis.

Semangat ini turut diamini oleh Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Deka Kurniawan, yang menjadikan Surat Az-Zumar ayat 73 sebagai pemompa keimanan agar teman tuli terus beribadah dan kelak disambut malaikat di surga Allah SWT.

Dalam ajang kompetisi yang diikuti oleh 14 komunitas tuli dari sembilan provinsi ini, Aisyah dan Rizky mewakili Jawa Timur turun di kategori Kitabah.

Meski pada akhirnya belum berhasil meraih peringkat tiga besar, jiwa ksatria dan semangat pantang menyerah tetap terpancar dari keduanya. Aisyah yang akrab disapa Servy menuturkan kesannya dengan ceria tertulis, “Selama persiapan dan pelaksanaan MTQ, saya merasa senang dan bersyukur karena mendapatkan pengalaman baru. Walaupun belum mendapatkan peringkat 1–3, saya tetap semangat karena saya percaya bahwa dengan terus berusaha, belajar, dan berdoa, insyaAllah hasil yang terbaik akan datang.”

Baca Juga: Dedikasi Menebar Manfaat, 'Aisyiyah Kabupaten Gresik Raih Penghargaan Bergengsi dari Radar Surabaya

Senada dengan Servy, Rizky pun menerima hasil tersebut dengan ikhlas melalui catatannya, “Saya merasa sedikit kecewa, tetapi saya tetap bersyukur dan menerima hasil dengan ikhlas. Bagi saya, yang terpenting adalah sudah berusaha dan mendapatkan pengalaman yang berharga.”

Perjuangan mereka membuktikan bahwa meski suara tak terdengar, Kalamullah tetap bergema kuat dalam gerak, kesungguhan, dan jemari yang mengisyaratkan keagungan Al-Qur'an. (nov/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
'Aisyiyah MTQ Nasional 2026 AlQuran Isyarat PDA Gresik Teman tuli