RADAR GRESIK – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik bersama Subdenpom V/4-2 Gresik menggelar kegiatan Safety Riding dan Coaching Clinic untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan berkendara yang aman bagi personel. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Makodim 0817 Gresik.
Kegiatan dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro, mewakili Kasat Lantas Polres Gresik AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie. Kegiatan tersebut turut melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, Jasa Raharja Gresik, dan Supervisor Arina Toyota Gresik.
Kolaborasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai keselamatan, ketertiban, dan etika berlalu lintas, sekaligus meningkatkan keterampilan praktis personel saat berkendara di jalan raya.
Baca Juga: Komisi I DPRD Gresik Tekankan Anggaran Rp209,28 Miliar Harus Berdampak bagi Rakyat
Kasat Lantas Polres Gresik AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie mengatakan, kegiatan Safety Riding dan Coaching Clinic tidak hanya berfokus pada penyampaian materi secara teori, tetapi juga memberikan keterampilan praktis untuk menghadapi berbagai kondisi di jalan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel jajaran Subdenpom V/4-2 Gresik memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai keselamatan berkendara serta mampu menerapkan budaya tertib dan aman berlalu lintas, baik dalam pelaksanaan tugas maupun kegiatan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Ipda Andreas Dwi Anggoro bersama tim menyampaikan sejumlah materi penting. Di antaranya pemeriksaan kondisi dan kelayakan kendaraan sebelum digunakan, penggunaan perlengkapan keselamatan sesuai standar, serta teknik berkendara aman dan antisipatif atau defensive driving.
Baca Juga: Trotoar Beralih Fungsi Jadi Parkir, DPRD Gresik Minta Penataan Serius
Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik dan simulasi safety riding. Para personel mendapatkan edukasi mengenai teknik berkendara yang benar, aman, serta langkah-langkah mengantisipasi potensi bahaya selama berada di jalan raya.
Satlantas Polres Gresik berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh personel, baik saat menjalankan tugas maupun dalam aktivitas sehari-hari.
Selain meningkatkan keselamatan personel, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong anggota menjadi teladan dalam menerapkan budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat.
Baca Juga: 44.691 Warga Gresik Belum Memiliki Desil, Dinsos Dorong Pemutakhiran Data
Dengan demikian, pemahaman tentang keselamatan berkendara tidak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi juga menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam setiap perjalanan. (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik