Imigrasi Tanjung Perak Kukuhkan Yosowilangun Jadi Desa Binaan Mencegah Kejahatan Keimigrasian

Riri Masfardian • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 14:13 WIB
KESEPAKATAN BERSAMA: Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak Henry Wibowo (tengah) bersama Kepala Desa Yosowilangun H. Abdur Rosyid (kanan) menandatangani berkas kerja sama pembentukan Desa Binaan Imigrasi di Hotel Horison Gressmall, Manyar, Gresik, Senin (14/9). (Foto : Riri/Radar Gresik)
KESEPAKATAN BERSAMA: Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak Henry Wibowo (tengah) bersama Kepala Desa Yosowilangun H. Abdur Rosyid (kanan) menandatangani berkas kerja sama pembentukan Desa Binaan Imigrasi di Hotel Horison, Manyar, Gresik, Senin (14/9). (Foto : Riri/Radar Gresik)

RADAR GRESIK — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak secara resmi mengukuhkan Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, sebagai Desa Binaan Imigrasi pada Senin (14/9/2026).

Pengukuhan dan sosialisasi yang digelar di Hotel Horison Manyar, Gresik, ini bertujuan memperkuat pengawasan orang asing sekaligus mencegah tindak pidana keimigrasian di tingkat desa.

Agenda tersebut dihadiri oleh jajaran lengkap elemen masyarakat dan Pemerintah Desa Yosowilangun, mulai dari Perangkat Desa, BPD, BUMDes, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TP PKK, Karang Taruna, Satgas Linmas, hingga perwakilan ketua RW dan RT.

Baca Juga: Semarak HUT ke-81 RI Desa Yosowilangun, Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Berhadiah Umrah Gratis

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak, Henry Wibowo, menjelaskan bahwa pembentukan desa binaan ini dirancang sebagai sarana edukasi guna meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terkait aturan keimigrasian. Langkah ini juga menjadi sarana deteksi dini terhadap potensi kerawanan atas keberadaan warga negara asing (WNA).

"Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendorong pencegahan kerawanan keimigrasian orang asing di Indonesia. Tujuan akhirnya adalah menjadikan desa mandiri yang mampu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif," ujar Henry Wibowo.

Kepala Desa Yosowilangun, H. Abdur Rosyid, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan pihak Imigrasi kepada desanya. Ia menganggap penunjukan ini sebagai tanggung jawab besar yang akan diintegrasikan langsung ke dalam tata kelola pelayanan desa.

Baca Juga: Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersih, Pemkab Gresik Siapkan Yosowilangun Jadi Desa Percontohan Antikorupsi Nasional

"Kami sangat bangga dengan kepercayaan yang diberikan. Ini suatu tanggung jawab besar, di mana perlindungan hukum dan keterbukaan informasi keimigrasian akan menjadi salah satu program unggulan pelayanan di pemerintah desa. Kami ingin kerja sama ini dilaksanakan utuh berdasarkan kebutuhan dan mitigasi yang telah kami lakukan, mengingat cukup banyak warga asing yang tinggal di wilayah Desa Yosowilangun," ungkap Abdur Rosyid.

Ia menambahkan, keberadaan program ini tak hanya penting untuk menyikapi keberadaan WNA, tetapi juga menjadi benteng perlindungan bagi warga desa yang hendak atau sedang bekerja di luar negeri (PMI). Di sisi lain, Rosyid juga membeberkan komitmen lingkungan desanya yang tahun ini bekerja sama dengan BUMN asal Vietnam dalam pengadaan SPKLU sebagai langkah mendukung gerakan go green.

Sinergi ini turut mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono. Menurutnya, penunjukan Desa Yosowilangun merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan keimigrasian serta menjadikan masyarakat sebagai mitra aktif pengawasan.

Baca Juga: Riuhnya Lebaran Ketupat di Desa Yosowilangun Gresik, Berburu Snack hingga Tukar Kuliner Ketupat

"Ini bentuk komitmen mendekatkan imigrasi ke masyarakat. Masyarakat menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan wilayah. Sebagai salah satu Desa Binaan Imigrasi di Jawa Timur, desa ini istimewa karena masyarakatnya bisa langsung mengakses informasi resmi jika ingin bepergian ke luar negeri, sehingga paham apa saja yang harus dipersiapkan," papar Novianto.

Novianto menegaskan, lewat edukasi ini masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus kejahatan keimigrasian, seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penipuan tenaga kerja. Ia berharap manfaat informasi keimigrasian di Yosowilangun dapat ditularkan ke desa-desa di sekitarnya.

Baca Juga: Wujudkan Program Presiden Prabowo, KDMP Yosowilangun Targetkan Jadi Pusat Ketahanan Pangan Desa

Guna menjaga keberlanjutan program, Imigrasi Tanjung Perak menerjunkan tim khusus Pimpasa (Petugas Imigrasi Pembina Desa). Tim ini bertugas membangun komunikasi intensif, memetakan potensi kerawanan, verifikasi data, serta memberikan informasi berkala kepada warga.

Melalui jalur ini, setiap aktivitas WNA yang mencurigakan dapat segera dilaporkan ke pihak desa untuk ditindaklanjuti secara cepat oleh petugas imigrasi.

Rangkaian acara pengukuhan tersebut kemudian ditutup dengan sesi seminar edukatif yang dibawakan langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan, yang memberikan pembekalan materi terkait wawasan kebangsaan dan ketahanan wilayah. (rir/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
asing tanjung perak Yosowilangun gresik Imigrasi