Bekali Modal Usaha Pascabebas, Rutan Gresik Latih Warga Binaan Merangkai Buket Bunga

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 18:00 WIB
DILATIH KETERAMPILAN : Petugas Rutan Kelas IIB Gresik saat mendampingu pelatihan merangkai buket bunga kepada warga binaan. (Foto : Ist/Radar Gresik)
DILATIH KETERAMPILAN : Petugas Rutan Kelas IIB Gresik saat mendampingu pelatihan merangkai buket bunga kepada warga binaan. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur terus berkomitmen membekali warga binaannya dengan keterampilan produktif.

Terbaru, Rutan Gresik menggelar pelatihan merangkai buket bunga yang berlangsung di Aula Rutan Gresik, Jumat (11/9/2026).

Program pembinaan kemandirian ini dirancang khusus untuk memberikan bekal keterampilan praktis bernilai ekonomis tinggi.

Baca Juga: Rutan Gresik Gelar Sidang TPP, Bahas Usulan Hak Integrasi dan Remisi 70 Warga Binaan

Harapannya, ilmu yang didapat mampu menjadi modal usaha nyata bagi warga binaan setelah selesai menjalani masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.

Selama sesi pelatihan, para warga binaan diajarkan berbagai teknik dasar pembuatan buket. Materi melingkupi pemilihan dan pengombinasian warna bunga, penataan struktur rangkaian, hingga teknik pengemasan (wrapping) agar hasil karya terlihat estetik serta memiliki nilai jual.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap instruksi. Dengan penuh ketelitian, kreativitas, dan kesabaran, mereka mempraktikkan langsung tahapan demi tahapan pembuatan buket bunga tersebut.

Baca Juga: Perkuat Pembinaan Kemandirian, Rutan Gresik Gandeng CV Angsa Emas Group Kembangkan Songkok Grisse

Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini diinisiasi dan dipandu oleh peserta program MagangHub berkolaborasi dengan mahasiswa magang dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Dhimas menegaskan pentingnya pembinaan kemandirian yang aplikatif agar memberikan dampak jangka panjang bagi masa depan warga binaan.

"Pelatihan merangkai buket bunga ini bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang, melainkan pembekalan modal usaha. Kelak saat bebas, keterampilan tangan seperti inilah yang bisa Anda jadikan peluang bisnis kreatif untuk menafkahi keluarga secara halal," ujar Dhimas. 

Baca Juga: Ikuti Arahan Dirjenpas, Rutan Gresik Pertajam Pengawasan, Program Zero Halinar, dan Bebas Pungli

Ia berharap para peserta dapat terus mengasah dan mengembangkan potensi seni merangkai bunga ini hingga benar-benar siap menjadi peluang usaha yang mandiri.

"Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Rutan Gresik berupaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan kemandirian sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat," pungkasnya.

Lewat program pembinaan berbasis ekonomi kreatif ini, Rutan Gresik tidak hanya mendorong kelancaran proses reintegrasi sosial, tetapi juga mengarahkan warga binaan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih produktif, mandiri, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
ditjen Rutan gresik jawa timur produktif