RADAR GRESIK – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Gresik memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat melalui kegiatan Dialog Kebangsaan di Ruang Rupatama Sarja Arya Racana (SAR) Lantai 3 Mapolres Gresik, Jumat (14/8/2026).
Dialog yang diikuti sekitar 35 peserta tersebut mengangkat tema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital di Wilayah Kabupaten Gresik.”
Forum ini menghadirkan perwakilan pemerintah daerah, tokoh agama, ormas, organisasi kepemudaan, komunitas pengemudi ojek online, suporter, hingga aktivis mahasiswa.
Baca Juga: Transformasi Danantara Mengakselerasi Kinerja SIG, Laba Semester I 2026 Melonjak 408,9 Persen
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan pentingnya menjaga soliditas daerah di tengah derasnya peredaran informasi, agar tidak mudah diadu domba oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Menjelang Hari Kemerdekaan RI, kami ingin mempererat persatuan dan kesatuan. Jangan sampai Kabupaten Gresik terpecah belah akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab. Mari kita bersama-sama bersatu menjaga Bhinneka Tunggal Ika,” tegas AKBP Ramadhan.
Kabag Ops Polres Gresik Kompol Arief Sukmo Wibowo menambahkan bahwa arus informasi di media sosial memegang peranan ganda yang perlu disikapi dengan bijak oleh seluruh elemen.
“Di era digital saat ini, ruang persatuan dan perpecahan berada dalam satu genggaman. Mahasiswa memiliki kekuatan intelektual, ormas punya basis sosial, pengemudi ojol bermobilitas tinggi, dan suporter memiliki solidaritas kuat. Jika seluruh energi positif ini disatukan, akan menjadi kekuatan besar untuk Gresik yang aman dan damai,” jelas Kompol Arief.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan, menyoroti maraknya disinformasi, berita bohong (hoaks), serta konten provokatif di media sosial. Ia mendorong kalangan mahasiswa agar kritis dan selalu melakukan verifikasi data sebelum menyebarkan informasi.
Senada, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, mengingatkan pentingnya etika bermedia sosial sesuai Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 untuk menghindari ghibah, fitnah, adu domba (namimah), serta ujaran kebencian.
Baca Juga: Transformasi Danantara Mengakselerasi Kinerja SIG, Laba Semester I 2026 Melonjak 408,9 Persen
“Motto kita adalah ‘Satu Gresik, Berbeda Pilihan, Tetap Bersaudara’. Tugas kita hari ini adalah merawat dan menjaga apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa,” tutur KH. Ainur Rofiq.
Dukungan juga disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Gresik, Dr. KH. Mulyadi, yang mengajak mahasiswa untuk terus menyampaikan aspirasi secara konstruktif tanpa mudah terprovokasi oleh unggahan liar di dunia maya.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan FKUB, BAMAG, PGIS, PHDI, LDII, GP Ansor, Pemuda Pancasila, GRIB Jaya, Madas, komunitas ojol, hingga jajaran BEM dan OKP seperti PMII, HMI, dan IMM se-Kabupaten Gresik.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kolektif menjaga Kabupaten Gresik tetap aman, harmonis, dan kondusif. (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik