Tumbuhkan Nasionalisme dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Gresik Jadi Petugas Upacara Kesadaran Berbangsa

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 09:15 WIB
Warga binaan di Rutan Kelas IIB Gresik saat menjadi pasukan pengibar bendera merah putih dalam Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. (Foto : Yudhi/Radar Gresik)
Warga binaan di Rutan Kelas IIB Gresik saat menjadi pasukan pengibar bendera merah putih dalam Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. (Foto : Yudhi/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Langkah tegap penuh kedisiplinan ditunjukkan tiga warga binaan saat mengiringi pengibaran Bendera Merah Putih di lapangan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik.

Dengan penuh rasa tanggung jawab, mereka menjalankan tugas sebagai pasukan pengibar bendera di hadapan ratusan warga binaan lainnya.

Pemandangan tersebut menjadi simbol kuat bahwa semangat nasionalisme dan cinta tanah air tetap tumbuh subur meski dari balik tembok pemasyarakatan.

Baca Juga: Gelar Touring Kemanusiaan ke Mojokerto, Rutan Kelas IIB Gresik Salurkan Baksos Sembako bagi Warga Pungging

Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara yang digelar Rutan Kelas IIB Gresik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur ini merupakan bagian integral dari program pembinaan karakter.

Menariknya, seluruh petugas upacara—mulai dari komandan hingga pasukan pengibar Sang Merah Putih—merupakan warga binaan yang telah dibina dan dilatih secara khusus.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat diikuti seluruh warga binaan dengan pendampingan Pejabat Utama (PJU) serta jajaran petugas Rutan Gresik. Susunan acara meliputi pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, pembacaan Catur Dharma Narapidana, amanat pembina upacara, hingga doa bersama.

Baca Juga: Rutan Kelas IIB Gresik Bekali Warga Binaan Keterampilan Pembuatan Jepit Rambut dan Dompet Koin

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, yang bertindak sebagai pembina upacara menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan saat ini tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, melainkan juga pembinaan kepribadian dan mental spiritual.

"Masa menjalani pidana bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kesempatan emas untuk melakukan introspeksi diri dan membangun pribadi yang lebih baik. Ikutilah seluruh program pembinaan dengan sungguh-sungguh, tanamkan kedisiplinan, jaga sikap, serta tumbuhkan rasa cinta tanah air sebagai bekal berharga saat kembali ke tengah masyarakat kelak," ujar Dhimas, Selasa (21/7).

Dhimas menjelaskan, keterlibatan aktif warga binaan sebagai petugas upacara merupakan wujud kepercayaan sekaligus media pembelajaran untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan kedisiplinan.

Baca Juga: Jaga Kesehatan dan Kenyamanan, Petugas Rutan Kelas IIB Gresik Kompak Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan

"Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara ini menjadi agenda rutin di Rutan Gresik sebagai wujud komitmen fungsi pemasyarakatan dalam membentuk karakter warga binaan yang taat hukum," terangnya.

Melalui penanaman nilai-nilai nasionalisme dan moralitas secara konsisten, Rutan Gresik optimistis para warga binaan siap bertransformasi menjadi pribadi yang berguna bagi lingkungan sekitar pascabebas nanti.

"Di balik tembok penjara, pengibaran Sang Merah Putih oleh tangan-tangan warga binaan menjadi bukti nyata bahwa proses pemasyarakatan membuka ruang bagi perubahan positif, menumbuhkan harapan baru, serta menguatkan kecintaan pada NKRI," pungkas Dhimas. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
bendera Rutan gresik Warga Binaan UPACARA