RADAR GRESIK – Sebagai langkah nyata mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), aksi peduli kesehatan lingkungan digalakkan di tingkat kelurahan. Personel Babinsa Koramil 0817/05 Kota Gresik bersama warga bergerak kompak membersihkan permukiman dari tumpukan sampah dan sumbatan saluran air di Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik.
Di lokasi terpisah, aksi serupa dalam penguatan infrastruktur dan kebersihan lingkungan juga digencarkan oleh personel Koramil 0817/09 Balongpanggang yang turun langsung mengawal perbaikan saluran air desa.
Baca Juga: Cegah Longsor, Babinsa Koramil Wringinanom Gresik dan Warga Sumberame Gotong Royong Bangun Talud
Babinsa Koramil 0817/05 Kota Gresik, Sertu Muhadi, menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif. Menurutnya, ancaman klinis seperti DBD dapat ditekan secara signifikan jika masyarakat memiliki kesadaran tinggi untuk rutin melakukan kerja bakti serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin mengajak masyarakat agar lebih peduli. Pencegahan DBD tidak cukup hanya mengandalkan petugas kesehatan, tetapi harus dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan menjaga kebersihan saluran air agar tidak menjadi sarang jentik nyamuk,” ujar Sertu Muhadi.
Aktivitas pembinaan teritorial yang dilaksanakan jajaran Babinsa Kodim 0817/Gresik ini tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan wilayah, melainkan menyentuh langsung dinamika sosial masyarakat, termasuk sektor kesehatan dan penguatan budaya gotong royong. Kehadiran TNI di tengah warga diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam membangun kepedulian lingkungan.
Baca Juga: Wujudkan Ketahanan Pangan, Babinsa Wringinanom Gresik Turun Sawah Dampingi Petani Panen Padi
Sementara itu, dampak positif dari kehadiran TNI juga dirasakan warga di wilayah selatan Gresik. Babinsa Koramil 0817/09 Balongpanggang, Koptu Edi Purwanto, terlihat turun langsung membantu warga dalam perbaikan dan normalisasi saluran air guna mengantisipasi genangan serta memperlancar arus pembuangan air rumah tangga.
“Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat kondisi darurat, tetapi juga dalam pembangunan infrastruktur desa. Dengan gotong royong yang kuat seperti ini, pekerjaan seberat apa pun dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien sehingga hasilnya bisa langsung dinikmati bersama,” pungkas Koptu Edi Purwanto. (jar/han)
Editor : Hany Akasah