RADAR GRESIK – Sinergitas antara TNI dan masyarakat dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional terus diperkuat di tingkat akar rumput. Di Kabupaten Gresik, langkah nyata ditunjukkan oleh jajaran Babinsa Koramil Wringinanom yang turun langsung membantu para petani memanen padi di Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Minggu (5/7).
Di bawah terik matahari, Babinsa Desa Sumberame, Serka Aan Hendrawan, tampak membaur bersama para petani memotong hamparan padi yang telah menguning. Kehadiran personel TNI ini tidak sekadar memberikan bantuan tenaga, namun menjadi suntikan motivasi bagi para petani yang tengah menikmati masa panen.
Baca Juga: Sambangi Pengrajin Sasak Bambu, Babinsa Balongpanggang Pompa Semangat UMKM Desa Kedungpring
Serka Aan Hendrawan mengungkapkan, pendampingan intensif kepada sektor pertanian merupakan bagian dari tugas pokok Babinsa dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan memerlukan kolaborasi dari seluruh elemen, termasuk TNI melalui pembinaan teritorial.
"Babinsa akan terus hadir dan mengawal aktivitas pertanian masyarakat secara berkelanjutan. Mulai dari proses pengolahan lahan, masa tanam, perawatan, hingga tibanya masa panen seperti saat ini. Kami ingin memastikan para petani merasa didampingi dan termotivasi agar produktivitas pertanian di wilayah ini terus meningkat," ujar Serka Aan.
Aksi sigap Babinsa ini mendapat respons positif dari kelompok tani di Desa Sumberame. Warga mengaku sangat terbantu dengan kehadiran personel TNI yang dinilai aktif mengedukasi dan membantu di lapangan. Selain memangkas waktu pengerjaan panen agar lebih efisien, kehadiran Babinsa dinilai mempererat hubungan emosional warga dengan aparat.
"Kami berharap sinergi antara TNI dan masyarakat desa ke depan semakin kuat. Kebersamaan yang terjalin di tengah hamparan sawah ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Gresik," pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah