RADAR GRESIK – Suasana di area layanan kunjungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik tampak berbeda dari biasanya. Di tengah lalu lalang masyarakat yang datang untuk menjenguk kerabatnya, puluhan warga terlihat tertib mengantre di sebuah posko khusus.
Bukan untuk mengurus administrasi kunjungan, mereka tengah memanfaatkan fasilitas layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang sengaja disediakan oleh pihak rutan.
Program bakti sosial ini digelar sebagai bagian dari implementasi Rencana Aksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Tahun 2026.
Lebih dari sekadar menjalankan agenda kedinasan, aksi nyata ini menjadi cerminan hadirnya lembaga pemasyarakatan dalam menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
Fasilitas kesehatan gratis ini tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga warga binaan yang sedang mengantre jadwal kunjungan, tetapi juga dibuka lebar bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan Rutan.
Baca Juga: Zakat Produktif untuk UMKM, LAZISNU Kedamean Bantu Kembangkan Warung Bu Wiwik
Sejumlah layanan kesehatan yang diberikan secara cuma-cuma meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), pemeriksaan kesehatan umum, serta konsultasi kesehatan langsung dengan tim medis dan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi para pengunjung, program ini menjadi kesempatan berharga untuk memantau kondisi fisik mereka tanpa harus memikirkan beban biaya medis.
Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, melalui Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan, Anggi Fauzi, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan komitmen jajaran pemasyarakatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi publik.
Baca Juga: Gelar Apel Pagi, Rutan Gresik Tekankan Pelayanan Prima dan Disiplin Pegawai
Menurutnya, tugas rutan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembinaan warga binaan di dalam blok hunian, melainkan juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan luar.
“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami berharap dapat membantu masyarakat dan keluarga warga binaan dalam memantau kondisi kesehatannya. Kegiatan ini juga menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan baik antara petugas pemasyarakatan dengan masyarakat,” ujar Anggi Fauzi.
Pendekatan humanis yang diusung Rutan Kelas IIB Gresik ini mendapat respons yang sangat positif dari warga. Program semacam ini dinilai mampu meruntuhkan sekat dan stigma kaku, sekaligus menjadi jembatan yang memperkuat hubungan harmonis antara petugas rutan dan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Gelar Salat Iduladha 2026, Rutan Gresik Sembelih 16 Hewan Kurban dan Berbagi ke Panti Asuhan
"Melalui program sosial yang dilakukan secara berkelanjutan, Rutan Kelas IIB Gresik berupaya membangun semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong," tambah Anggi.
Pihak manajemen rutan berharap sinergi yang telah terjalin erat ini dapat terus dipertahankan demi mendukung terwujudnya lingkungan masyarakat yang lebih sehat, harmonis, dan sejahtera.
Aksi sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa sebuah kepedulian tidak harus selalu bernilai besar. Langkah kecil seperti pemeriksaan tensi dan konsultasi kesehatan gratis terbukti mampu membawa dampak manfaat yang besar bagi masyarakat luas. (yud/han)
Editor : Hany Akasah